Sejarah Perkembangan Bumi

Document Details:
  • Uploaded: December, 15th 2014
  • Views: 238 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 5 Pages
  • File Format: .pdf
  • File size: 1,975.51 KB
  • Uploader: juliet
  • Category: Social > History
 add to bookmark | report abuse
Teori-teori Pembentukan Bumi
Berbagai teori pembentukan bumi banyak dimuat dalam berbagai pustaka.
Asal-usul bumi pada dasarnya masih berupa hipotesis, yang dapat disebutkan
sebagai berikut.
1. Hipotesis kabut (nebular hypothesis), oleh Immanuel Kant dan Pierre Simon
Laplace
o Asal mula tata surya berasal dari massa gas atau kabut yang berbentuk
cakram
o Massa gas semakin lama memadat dan berpisah menjadi lingkaran-
lingkaran yang sepusat, kemudian menggumpal meliputi suatu inti
o Terbentuk planet-planet yang beredar mengelilingi pusat massa gas,
yang dikenal sebagai matahari
2. Hipotesis planetesimal (planetesimal hypothesis), oleh Chamberlain dan
Moulton
o Planet dianggap sebagai hasil perpaduan fragmen-fragmen material
matahari, dikarenakan oleh adanya pengaruh gravitasional
3. Hipotesis pasang-surut (tidal hypothesis), oleh Jeans dan Jeffreys
o Mirip dengan teori planetesimal, tetapi penyebabnya ialah adanya bintang
lain yang lewat dekat dengan matahari
o Berlalunya bintang tersebut menimbulkan gelombang pasang yang
melepaskan diri dari matahari menjadi sejumlah besar butiran
o Butiran-butiran yang besar menarik butiran-utiran kecil dan membentuk
planet
4. Hipotesis bintang kembar (twin-sun hypothesis), oleh Hoyle
o Tata surya berasal dari bekas kembaran matahari yang meledak dan
pecah berkeping-keping
o Beberapa material menjadi satu, terkonsentrasi membentuk planet oleh
proses gravitasional
5. Hipotesis protoplanet (protoplanet hypothesis), oleh C.F. von Weizsacker
dan dimodifikasi Gerald P. Kuiper
o Teori ini menyempurnakan hipotesis kabut Kant dan Laplace
o Kabut yang berotasi secara cepat akan membentuk pusaran besar pada
beberapa tempat di atas cakram materi kabut
o Masing-masing pusaran besar tersebut kemudian mengumpulkan
material di sekelilingnya karena ikatan gravitasional dan membentuk
suatu protoplanet. Protoplanet ini yang kemudian membentuk planet yang
saat ini dikenal
o Pusaran yang lebih kecil yang ada dalam pusaran besar membentuk
satelit- satelit planet-planet tersebut.
Kerak Bumi (the crust)
o Lapisan luar berupa Sial (silica-alumina)
o Lapisan bawah berupa Sima (silica-magnesia)
Selubung Bumi (the mantle)
o Lapisan tengah, tersusun oleh materi ultra basis
o Komposisi mineral yang ada antara lain olivine, besi, magnesium
Inti Bumi (the core)
o Banyak mengandung nikel dan besi (Ni-Fe)
o Dapat dibagi menjadi dua:
1. Outer core, bersifat lebih cair atau plastis
2. Inner core, bersifat hampir padat
Tabel 2. Karakteristik Lapisan- lapisan Bumi
No Bagian Kedalaman (km) Suhu (
o
C) Tekanan (atm) Bentuk Kepadatan
(kg/m3)
1 Continental crust 25 - 90
0 - 700
s.d 18.900
Padat
2.500
2 Oceanic crust 5 -10
0 - 700
s.d. 18.900
Padat
3.000
3 Upper mantle 400
700 -1.300
Padat
3.000
4 Transition zone 400 -1.050
1.300 -1.800
Padat
3.380-4.600
5 Lower mantis 1.050 - 2.885
1.800 -2.800
s.d. 405.000
Padai
4.600=5.400
6 Outer core 2.885 - 5.155
3.200
Cair
0,900-12,200
7 Inner core 5.155 - 6.370
4.500
s.d. 4.163.450
Padat
13.000
Tags: