Pengelolaan Dan Pengendalian Nematoda

Document Details:
  • Uploaded: December, 14th 2014
  • Views: 203 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 2 Pages
  • File Format: .pdf
  • File size: 12.50 KB
  • Uploader: juliet
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
Universitas Gadjah Mada
10. Pengelolaan dan Pengendalian Nematoda
Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian,
maka nematoda parasit tumbuhan sudah seharusnya merupakan bagian dalam
sistem pengelolaan hama secara terpadu. Hal ini didukung oleh kenyataan bahwa
serangan nematoda dapat mengakibatkan kehilangan hasil rata-rata 12,3% per
tahun (Sasser &Freckman, 1987).
Pada dasarnya, Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) adalah upaya untuk
meningkatkan kualitas dan menjaga kuantitas produksi pertanian dengan cara
mengurangi kehilangan hasil yang diakibatkan oleh serangan Organisme
Penganggu Tanaman (OPTt) melalui pengurangan penggunaan pestisida sehingga
dicapai suatu kondisi ekosistem pertanian yang lestari dalam jangka waktu yang
panjang. PHT merupakan usaha pendekatan yang menyeluruh dalam pengendalian
OPT dengan cara memadukan berbagai strategi ataupun cara (taktik) pengendalian
dengan tujuan untuk mengurangi atau mencegah terjadinya permasalahan yang
berkaitan dengan OPT.
10.1. Komponen pengeloaan nematoda
Komponen-komponen dalam program PHT meliputi beberapa tahapan, yaitu :
a. Deteksi ada tidaknya organisme yang bertindak sebagai OPT pada suatu
sistem pertanian.
b. Identifikasi spesies organisme yang berperan sebagai OPT
c. Pemahaman tentang biologi dan ekologi organisme yang berperan sebagai
OPT dan organisme lain yang berguna atau mempunyai nilai benefit.
d. Analisa kerusakan dan kehilangan hasil oleh OPT
e. Seleksi, integrasi, dan implementasi metode atau cara/taktik pengen-
dalian, serta
f. Evaluasi program pengendalian OPT secara terpadu
10.2. Strategi dan Taktik ( Cara) Pengendalian
Secara umum strategi dalam pengelolaan nematoda parasit tumbuhan tidak
berbeda jauh dengan OPT yang lain, yaitu meliputi :
a. Karantina atau mencegah masuknya suatu jenis nematoda parasit tertentu
ke dalam suatu daerah baru.
b. Mengurangi kerapatan populasi awal nematoda parasit pada lahan
pertanian sebelum masa tanam.
c. Menekan tingkat reproduksi atau perbanyakan nematoda parasit tumbuhan
selama masa tanam
Universitas Gadjah Mada
d. Membatasi atau mengurangi tingkat kerusakan tanaman yang diakibatkan
oleh serangan nematoda parasit tumbuhan.
Sedangkan cara / taktik pengendalian nematoda parasit tumbuhan meliputi :
a. pengendalian dengan cara sanitasi meliputi penggunaan bahan-bahan
tanaman yang bebas nematoda , menjaga peralatan pertanian yang
dipergunakan bersih dari nematoda, dan menghindarkan pemakaian air
irigasi yang sudah terinfestasi nematoda.
b. Pengendalian secara fisik dan mekanik, meliputi perlakuan dengan air
pangs atau pencelupan/perendaman benih /bibit tanaman dengan
nematisida, solarisasi tanah sebelum tanam, sterilisari tanah sebelum
dipergunakan untuk media tanam, pencabutan dan pemusnahan sisasisa
tanaman yang terinfeksi nematoda, serta pembajakan tanah sebelum
tanam.
c. Pengendalian dengan cara bercocok tanam, meliputi rotasi tanaman,
penggunaan tanaman perangkap, pengaturan waktu tanam dan waktu
panen, pengairan.
d. Pengendalian dengan cara menanam varietas tanaman tahan atau
toleran terhadap nematoda
e. Pengandalian dengan memanfaatkan agens hayati, baik dari golongan
predator, parasit ataupun pathogen terhadap nematoda.
f. Pengendalian secara kimiawi dengan penggunaan nematisida baik fumigant
( Carbondisutfida, Cloropicrin, Methyl -Bromide, atau Metam Sodium),
Organofosfat ( Nemacur, Mocap, dan Dasanit), Carbamat (Carbofuran,
Aldicarb, dan Oxamyl), ataupun yang bersifat natural (clandosan 618,
Nematrol /sesame chaff).