Rent Capitalism State And Democracy A Theoritical Proposition

Document Details:
  • Uploaded: November, 26th 2014
  • Views: 162 Times
  • Downloads: 3 Times
  • Total Pages: 7 Pages
  • File Format: .doc
  • File size: 411.46 KB
  • Uploader: juliet
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
RENT CAPITALISM, STATE AND DEMOCRACY
A THEORITICAL PROPOSITION
Olle Tornquist
Berbeda dengan Anderson yang menjelaskan Indonesia dari sejarahnya, Tornquist
menjelaskan Indonesia melalui sudut perkembangan kapitalisme dengan meminjam Teori
Marxis. Teori Marxis membagi perkembangan kapitalis menjadi dua jalur. Jalur pertama
disebut dengan jalur tradisional atau ideal. Jalur ini merupakan suatu jalur yang berkarakter
adanya kebebasan bagi produsen yang sebenarnya dari raja-raja feodal, selanjutnya
mengalami kemajuan untuk menuju ke arah kapitalis (intervensi atau dukungan dari negara
sangat minim). Jalur ke dua disebut dengan jalur Jerman, merupakan situasi dimana produsen
dikekang dalam feodalisme, dan bahkan beberapa negara telah mengancam perkembangan
kapitalis. Kapitalisme justru muncul diantara kelompok yang kuat seperti tuan tanah,
pedagang besar, dll. Kelompok tersebut membutuhkan dukungan kuat dari negara, antara lain
untuk menjalankan kapitalisme saat masyarakat masih terkekang. Berikut bagan jalur
perkembangan kapitalisme menurut Teori Marxis konvensional :
Peran Negara
Basis Utama Negara non-intervensi Intervensi kuat
Produsen bebas (1). jalan ideal dari bawah
Tuan tanah dan pedagang (2). Prussia jalur dari atas
Dalam konteks Indonesia, intervensi dari negara sangat kuat sehingga bisa
mengakibatkan diskresi dan tindakan sewenang-wenang. Dengan bagan di atas, Tornquist
masih kesulitan untuk menganalisis peran negara dan menjelaskan laporan standar marxisme
di Indonesia. Kemudian Tornquist mencoba menambahkan satu kolom dan satu baris bagan
dengan maksud menganalisa bagaimana Indonesia, sehingga diperoleh bagan baru seperti
berikut:
Peran Negara
Basis Utama Negara Non intervensi Intervensi kuat Kebebasan untuk
memilih dan
intervensi yang
sewenang-sewenang
Produsen bebas (1). jalan ideal dari
bawah
Tuan tanah dan
pedagang
(2). Prussia jalur dari
atas
(3). kapitalis muncul
dari dalam negara
bekerja sama
dengan? Kapitalis
swasta
Tambahan dari bagan kedua adalah satu kolom dan satu baris, yang
mengkonseptualisasikan transisi kepemimpin negara kearah kapitalisme ditandai dengan
kekerasan dan intervensi yang sewenang-wenang. Dasar dari kapitalis yang muncul berasal
dari dalam negara ataupun kerjasama dengan kapitalis swasta. Indonesia mendasarkan dirinya
pada teori imperialism, bukan kapitalisme. Tornquist menambahkan bahwa intervensionis
negara dalam perekonomian menimbulkan otonomi relatif. Otonomi relatif dijelaskan bahwa
negara ( borjuasi domestik, oligarkhi teknokrat-militer, dan internasional ) tidak sepenuhnya
otonom. Di satu sisi Negara memunculkan sistem koorporatisme (mengontrol atau bahkan
menutup aspirasi masyarakat), namun di sisi lain membuka diri pada bidang ekonomi dengan
privatisasi, bekerjasama dengan pihak swasta atau bahkan pihak asing.
Rent Seeking diasumsikan sebagai aktivitas ekonomi dimana orang ingin
mendapatkan keuntungan bukan dengan memproduksi, melainkan dengan memanfaatkan
sharing kreasi (sistem politik). Dimulai dengan rente negara (Indonesia sebagai contoh)
menunjukkan bahwa sebagian besar pendapatan negara berasal dari rente minyak (ditambah
bantuan asing), sehingga negara kurang bergantung pada pajak rakyat. Orang-orang yang
berpengaruh dalam aparatur negara mendapatkan akses yang istimewa atau hanya mengambil
sumber daya. Namun jika pendapatan negara kering, mereka akan menarik sewa dari pihak
luar (swasta).
Negara memiliki intervensionis melalui rent-seeking, aktivitas ekonomi dimana orang
mendorong keuntungan tidak dengan produksi, tetapi dengan memanfaatkan rent profit yang
berasal dari sumber yang lain. Rente dibentuk demi keuntungan dari kreasi lingkungan sosial
dan politik. Muncul rent state, dimana negara berkolaborasi dengan pengusaha untuk berbagi
profit, sehingga memunculkan regulatif rentier yaitu negara mengatur regulasi dari profit
tersebut.
Kapitalis menjual dan membeli, dan membuat profit, sedangkan negara bertugas
untuk mengurus kesamaan milik mereka dan memediasi. Di negara Indonesia dan India
sangat banyak prasyarat untuk membangkitkan surplus, negara berusaha untuk mengatur dan
mengontrolnya. Aprosiasi rent di negara Indonesia dan India berlangsung dalam kerangka
sistem kapitalis yang didominasi. Oleh karena itu rentiers dan pemodal bergantung pada
kinerja perdagangan dan kapitalis produksi untuk mendapatkan sewa yang terbaik. Pedagang
dan podusen sangat membutuhkan sebagian besar dari sumber daya yang ditawarkan
political rentiers dan pemodal. Sehingga bisa dibuat bagan mengenai sumber dan akar dari
kekuasaan negara yang tidak bisa dihubungkan dengan ‘kelas sipil’, yaitu:
Sumber
Bentuk Pemberian Administrasi Umum Sumber daya umum
Perampasan Self-aggrandisers Pencuri
Perdagangan Regulative rentiers Politik kapitalis sewa
Investasi Regulative rentiers Politik kapitalis keuangan
Seorang birokrat atau pejabat ataupun politisi, sebagian mungkin ‘bersih’ namun
sebagian juga dimungkinkan self-aggrandisers. Bahkan mungkin sebagian ‘mencuri’,
sebagian mungkin dari apropriasi sewa dalam perdagangan atau investasi yang
menguntungkan administrasi, dan sebagian terlibat dalam kapitalisme keuangan. Demikian
juga, rent capitalists, misalnya bisa sampai pada batas tertentu menjadi regulative rentiers.
Dan secara keseluruhan, negara bukanlah suatu organ yang berdiri sendiri, namun juga terdiri
dari kelas sipil dan faksi. Pada akhirnya, kontrol sumber daya negara oleh rentiers dan
pemodal tidak hanya tersembunyi tetapi terintegrasi dengan otoritas resmi negara dan
legitimasi.
Tornquist menegaskan relasi patron klien dalam masyarakat seperti di Indonesia dan
India sebagian besar strukturnya terdiri tanpa basis ekonomi yang kuat, dimana dapat
diruntuhkan oleh konflik klien yang lebih nyata dalam kelas. Hubungan personal antara partai
yang kuat dan yang lemah merupakan kebutuhan dalam kecocokan rents. Partai yang lemah
beralih ke individu yang spesifik yang kuat dalam rangka untuk mereproduksi posisinya.
Partai yang kuat beralih ke individu-individu tertentu yang membutuhkan (dan dapat
'membayar'). Dalam hal ini kedua partai sangat ingin mempertahankan hubungan mereka -
selama tidak ada patron atau klien yang lebih baik. Pernyataan tersebut membawa Tornquist
ke dinamika umum, political rents. Latar belakang sejarah di Asia membentuk negara
absolutis, diikuti oleh negara kolonial, kelas sipil lemah dll.
Tornquist menghubungkan usaha mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang
menentukan dalam negara tersebut, dengan tesis Robert Brenner bahwa kelas gilirannya
progresif apabila telah mengubah sistem dan struktur dalam rangka untuk mereproduksi
posisi yang lebih radikal, dengan argument sebagai berikut: Negara-negara seperti India dan
Indonesia untuk mengubah 'perkembangan', itu adalah regulative rentiers , dan terutama
political rent dan kapitalis keuangan dengan kekuatan mereka sendiri, yang harus
menghadapi kombinasi ancaman dan kemungkinan dalam rangka untuk mengubah progresif (
meski tidak harus revolusioner).
Rent-seeking patrons tidak bisa berjalan tanpa ada klien dalam perdagangan dan
produksi, yang pada akhirnya juga membutuhkan sumber daya political rent dan kapitalis
keuangan. Tidak bisa dikecualikan adanya kemungkinan bahwa klien yang lebih lemah dari
kapitalis swasta, bisa jadi mempunyai kesempatan untuk menjadi lebih mandiri. Masalahnya
adalah Indonesia dan India dalam transisi ke kapitalisme tidak cocok dengan jalan pertama
dan kedua, sebaliknya ditandai dengan intervensi diskresioner dan kesewenang-wenangan.
Setelah konseptualisasi akar dari kekuasaan negara yang tidak bisa dihubungkan dengan
kelas sipil dalam hal rents, kita dapat memformulasikannya dengan tabel berikut:
“Jalan ketiga yang tak terduga dan tidak dapat dijelaskan dalam pembangunan
kapitalis dicirikan oleh apa yang saya sebut semi-negara diprivatisasi intervensionisme
(intervensionisme, tetapi tidak dijual sebagai kapitalis kolektif), terutama diatur oleh
regulatif rentiers, dan didasarkan pada political rent dan kapitalis keuangan yang co-
operasi dengan kapitalis swasta. Ini jalan ketiga menuju kapitalisme, disebut rent
capitalism.
Peran Negara
Dasar Utama Non intervensi Intervensi kuat Intervensi semi-
Negara privat
Produsen bebas (1). jalan ideal dari
bawah
Tuan tanah dan
pedagang
(2). Prussia jalur
dari atas
Politik pinjaman
dan kapitalis
bekerja sama
dengan kapitalis
swasta
(3). Pinjaman
dana kapitalis
dari dalam negara
Tornquist menyebutkan ada indikasi bahwa setidaknya Indonesia adalah pos perlahan
dalam arah intervensionisme dengan regulatif rentiers yang disiplin. Lebih efisien
administrasi kurang sewenang-wenang tampaknya diperlukan agar keuangan kapitalis
political rent untuk mempromosikan produksi klien mereka dan perdagangan - dan dengan
demikian mereka menemukan sendiri kecocokan rent. Beberapa faktor yang menentukan
transisi menuju kapitalisme dan terutama masalah bagaimana menjelaskan, dalam kerangka
materialisme sejarah, kekuasaan yang menentukan jelas dari orang-orang pribumi negara
yang tidak dapat langsung terhubung ke kelas sipil. Yang memerlukan konseptualisasi yang
lebih luas dan analisis yang lengkap. Tapi masalahnya adalah, bahwa upaya seperti itu dibuat
dengan standard pendekatan (dan diterapkan secara politis) oleh marxis di Indonesia dan
India, mereka tidak bisa mempertimbangkannya.
Indonesia dan India menganut demokrasi di bawah peraturan rent capitalism.
Setidaknya ada empat kriteria atau syarat yang berlaku adalah sebagai berikut: (1). Sebagian
besar private capitalists bergantung pada perlndungan ekonomi ekstra dan dukungan dalam
usaha membentuk posisi mereka. Political rent dan kapitalis keuangan menduduki posisi
yang kuat dalam monopoli politik; (2). Eksploitasi melalui pinjaman mempunyai kepentingan
yang kuat, setidaknya mempunyai dua efek penting berdasarkan pada kondisi untuk tipe
peraturan yang berbeda; (3). Struktur kelas di bawah rent capitalism bersifat kompleks dan
terbagi-bagi, organisasi sosial dan politik tidak hanya mempengaruhi dengan cara yang biasa
pada surplus di dalam produksi dan perdagangan, tetapi juga melalui eksploitasi rent yang
mendukung bentuk-bentuk lain loyalitas dari kelas; (4) Struktur kelas yang komplek, dan
Displaying 5 of 7 pages, to read the full document please DOWNLOAD.