Kebutuhan Sumber Daya Energi Sebagai Ancaman Perkembangan Ekonomi China

Document Details:
  • Uploaded: November, 26th 2014
  • Views: 307 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 5 Pages
  • File Format: .docx
  • File size: 330.16 KB
  • Uploader: juliet
  • Category: Business > Economics
 add to bookmark | report abuse
Mata Kuliah Politik dan Ekonomi China Kontemporer
Semester I. 2011/2012
09/283002/SP/23639   
Kebutuhan Sumber Daya Energi sebagai Ancaman
Perkembangan Ekonomi China
Dengan menyerahkan paper ini, mahasiswa menyatakan bahwa paper ini
merupakan karya sendiri dan ditulis sesuai dengan etika akademik yang berlaku.
Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan dikenakan sanksi dan konsekuensi
sebagaimana diatur oleh ketentuan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Gadjah Mada.
Tanggal 30 Oktober 2011 Tanda tangan _(Paramita Putri Wijayanti)_
China sebagai kekuatan ekonomi global telah muncul sejak beberapa dekade
terakhir. Dengan mengadopsi sistem ekonomi liberal dalam sistem ekonomi nasionalnya,
perkembangan ekonomi China secara bertahap mengalami peningkatan yang cukup
signifikan. Kemajuan yang dicapai China dalam bidang ekonomi bahkan melebihi negara-
negara di sekitar kawasannya yang sebelumnya telah dianggap lebih maju dalam bidang
ekonomi daripada China. Namun, kemajuan ekonomi China memunculkan kekhawatiran
akan keamanan suplai energi China karena kurangnya produksi energi domestik jika
dibandingkan dengan kebutuhan energi nasional.
Keterbukaan dan perluasan pasar oleh China berdampak pada peningkatan aktivitas
ekonomi di dalam negeri. Permintaan besar akan barang-barang produksi China dari luar
negeri mendorong China untuk meningkatkan kegiatan produksinya. Peningkatan kegiatan
produksi ditunjang dengan penambahan faktor-faktor produksi seperti penambahan jumlah
dan peningkatan kualitas alat-alat produksi serta perluasan atau penambahan jumlah pabrik.
Perkembangan ekonomi yang pesat di China memunculkan banyak latecomers company.
Perusahaan-perusahaan baru yang bermunculan mendirikan pabrik-pabrik baru untuk
menjalankan kegiatan produksinya. Selain itu, China pun banyak menerima Foreign Direct
Investment dari perusahaan-perusahaan asing. Selain mendirikan banyak pabrik sebagai
penggerak kegiatan ekonomi, China pun melakukan pembangunan infrastruktur dengan
cukup masiv di kota-kotanya. China membangun gedung-gedung perkantoran, pertokoan,
hotel-hotel, dan gedung-gedung lain. China terus membangun dan meningkatkan sarana dan
prasarana transportasi dan fasilitas-faslilitas umum lainnya. Pembangunan infrastruktur
secara besar-besaran dilakukan China untuk menunjukkan pada dunia bahwa China telah
berubah menjadi negara yang maju dan modern. Modernisasi perkotaan ini menimbulkan
tingginya angka urbanisasi. Gaya hidup warganya pun semakin konsumtif terhadap
kebutuhan energi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Peningkatan kegiatan industri dan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran
di China berbanding lurus dengan peningkatan kebutuhan energi domestik. Untuk memenuhi
kebutuhan energi bagi sektor industri, China membutuhkan pasokan energi dalam jumlah
sangat besar dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Data statistik dari International Energy
Agency (IEA) menunjukkan bahwa total konsumsi energi China lebih tinggi dari negara-
negara di dunia bahkan negara-negara OECD bahkan mencapai sepertiga dari total konsumsi
OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) yang terdiri dari
Amerika Serikat, Australia, Austria, Belgia, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Finlandia,
Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Irlandia, Italia, Inggris, Jepang, Korea, Luxembourg,
Belanda, New Zealand, Norwegia, Polandia, Portugal, Republik Slovakia, Spanyol, Swedia,
dan Turki
1
. Di samping untuk menggerakkan kegiatan industri, China berkebutuhan untuk
memenuhi permintaan energi untuk menjalankan operasional kegiatan harian warganya.
Kebutuhan energi tersebut terbagi untuk menjalankan fasilitas publik, transportasi, kegiatan
bisnis, perkantoran maupun kebutuhan rumah tangga. Dengan jumlah penduduk hingga
mencapai 1,3 milyar
2
dan akan terus meningkat dari tahun ke tahun, China mampu menyedot
pasokan energi dalam jumlah sangat besar hanya untuk memenuhi kebutuhan operasional
warganya.
Sumber daya energi utama yang digunakan China antara lain minyak bumi, gas alam
dan batubara. China membutuhkan pasokan minyak bumi dalam jumlah besar. Minyak bumi
sangat penting bagi China untuk menjalankan kegiatan industrinya. Kebutuhan China akan
pasokan minyak bumi mencapai 9 juta barel per hari dimana telah mencapai kenaikan 10,4%
dari tahun 2010
3
. Sumber daya energi yang dibutuhkan China selanjutnya adalah gas alam.
Selain untuk memenuhi permintaan dari sektor industri, gas alam juga banyak dibutuhkan
pada sektor publik. Sumber daya energi berikutnya adalah batubara. Batubara paling
digunakan mayoritas warga China untuk menjalankan kegiatannya.
Kebutuhan yang tinggi akan pasokan energi menjadi masalah penting bagi China
yang mengiringi penguatan ekonominya. Kebutuhan yang tinggi akan pasokan energi tidak
1 “Key World Energy Statistics 2011,”
International Energy Agency
,
http://www.iea.org/textbase/nppdf/free/2011/key_world_energy_stats.pdf (diakses
30 Oktober 2011).
2 “Penduduk Dunia 7 Miliar dan Program KB,”
Kedaulatan Rakyat
, 30 Oktober
2011, http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=251029&actmenu=39 (diakses 30
Oktober 2011).
3 “Kebutuhan Minyak China Melonjak Tajam, Menakutkan Dunia,”
Rimanews: The
Enlightening Indonesian Internet Newspaper
, 13 Juni 2011,
http://rimanews.com/read/20110613/31673/kebutuhan-minyak-china-melonjak-
tajam-menakutkan-dunia (diakses 30 Oktober 2011).
diimbangi dengan produksi sumber daya energi yang memadai. Produksi energi domestik
China jauh dari mencukupi kebutuhan energi dalam negeri. Produksi sumber energi tertinggi
China adalah batubara. Produksi batubara di China mencapai 3.162 Mt pada tahun 2010,
tertinggi di dunia, sedangkan produksi minyak mentah China mencapai 200 Mt pada tahun
2010 serta 97 bcm gas alam pada tahun yang sama
4
. Namun, batubara saja tidak dapat
memenuhi kebutuhan energi dalam negeri apalagi batubara menimbulkan lebih banyak
pencemaran daripada sumber daya energi lainnya. Pencemaran yang berasal dari penggunaan
batubara telah sering menimbulkan protes. China membutuhkan lebih banyak pasokan
minyak bumi dan gas alam. Namun, produksi domestik China tidak mampu memenuhi
kebutuhan tersebut.
Untuk memenuhi dan mengamankan kebutuhan energinya, China melakukan
berbagai usaha, termasuk dengan inovasi pengembangan energi alternatif. China
mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin, air, tenaga surya dan nuklir. Selain itu,
China menjalin kerjasama dengan negara-negara lain untuk melakukan perdagangan minyak
bumi dan gas alam. China harus mencari sumber-sumber energi baru untuk menjamin
keamanan pasokan energinya. China merupakan salah satu negara dengan impor sumber daya
energi terbesar di dunia. Impor sumber daya energi China berasal dari negara-negara
penghasil minyak di Asia dan Timur Tengah. Kerjasama energi terakhir yang disetujui China
adalah impor gas alam dari Russia ke China.
Tingkat impor sumber energi China yang sangat tinggi dikhawatirkan bahwa suatu
saat dapat memunculkan masalah tersendiri. Dengan impor energi yang tinggi, China menjadi
sangat bergantung dengan pasokan energi dari negara lain untuk menggerakkan aktivitas
ekonominya. China akan mendapatkan masalah ketika negara-negara pengimpor energi tidak
mampu lagi mencukupi kebutuhan energi China. Misalnya ketika di negara tersebut
mengalami ketidakstabilan politik atau terjadi bencana alam yang dapat mengganggu
produksi dan distribusi sumber daya energinya. Hal tersebut beresiko mengganggu bahkan
melemahkan kegiatan ekonomi China. Negara-negara tersebut bahkan dapat menggunakan
kerjasama energi yang diajalin sebagai alat penekan bagi China. Russia memiliki kesempatan
tersebut. Kegiatan industri akan terganggu dan mengurangi jumlah produksi. Ekspor China
akan menurun. China tidak mampu memenuhi permintaan dari luar negeri. Perusahaan-
4
Op.Cit
. “Key World Energy Statistics 2011”.
perusahaan asing mungkin saja akan menarik FDI-nya dari China jika menganggap produksi
di China tidak lagi efisien karena terjadi krisis energi.
Kegiatan industri, pembangunan, dan masyarakat yang semakin konsumtif terhadap
sumber daya energi memunculkan kekhawatiran akan terjadinya krisis energi di China.
Kekhawatiran ini karena peningkatan konsumsi energi China berbanding terbalik dengan
produksi energi domestik China. Selain dengan membangun energi alternatif, China pun
melakukan impor sumber daya energi dari negara lain. Namun, ini menimbulkan
kekhawatiran yaitu meningkatnya interdependensi China akan pasokan energi dari negara
lain. Interdepensi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu perkembangan ekonomi China
apabila terjadi ketidaklancaran atau bahkan kemacetan pasokan sumber daya energi.
Sumber Internet :
“Kebutuhan Minyak China Melonjak Tajam, Menakutkan Dunia.” Rimanews: The
Enlightening Indonesian Internet Newspaper. 13 Juni 2011.
http://rimanews.com/read/20110613/31673/kebutuhan-minyak-china-melonjak-tajam-
menakutkan-dunia (diakses 30 Oktober 2011).
“Key World Energy Statistics 2011.” International Energy Agency.
http://www.iea.org/textbase/nppdf/free/2011/key_world_energy_stats.pdf (diakses 30
Oktober 2011).
“Penduduk Dunia 7 Miliar dan Program KB.” Kedaulatan Rakyat. 30 Oktober 2011.
http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=251029&actmenu=39 (diakses 30 Oktober
2011).
Paramita Putri Wijayanti