Tugas Sastra Populer Dengerin Dong Troy Karya Ade Kumalasari

Document Details:
  • Uploaded: September, 17th 2015
  • Views: 402 Times
  • Downloads: 2 Times
  • Total Pages: 16 Pages
  • File Format: .doc
  • File size: 475.14 KB
  • Uploader: amanda
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
Tugas Sastra Populer - Dengerin Dong, Troy! Karya Ade Kumalasari
(MATA KULIAH: SASTRA POP)
Oleh
JURUSAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013
ANALISIS TOKOH DAN LATAR
DENGERIN DONG, TROY! KARYA ADE KUMALASARI
A. Pengantar
A.1 Latar Belakang
Ade Kumalasari adalah seorang penulis baru dalam khazanah
kesusastraan Indonesia. Ia lahir di Magelang pada Desember 1979.
Kecintaannya pada dunia menulis tumbuh ketika ia mengikuti “Bengkel
Sastra” semasa SMA di Yogyakarta. Ia pun berhasil menulis cerita pendek
yang masuk dalam antologi Kali Code. Ketika kuliah, Ade menjadi pemimpin
koran kampus Bulaksumur Pos.
Sejak Juli 2006, Ade tinggal di Sydney, Australia menemani
suaminya melanjutkan studi. Di Sydney, ia sempat bekerja paruh waktu
sebagai asisten dosen untuk mata kuliah Bahasa Indonesia di School of
Languages and Cultures, Sydney University. Kecintaannya pada menulis
membuatnya menjadi seorang travel writer karena ia pun menyukai jalan-
jalan. Blognya, www.thetravelingprecils.com memuat cerita-cerita dan tips-
tips terkait perjalanan atau traveling. Dengerin Dong, Troy! Merupakan novel
pertamanya yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
Novel yang berjudul Dengerin Dong, Troy! karya Ade Kumalasari
merupakan salah satu karya sastra populer Indonesia yang berjenis teenlit.
Karya tersebut disebut populer karena memiliki sifat dan karakteristik sebagai
karya sastra populer, yakni bahasa yang dibawakan ringan dan tema yang
dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kemunculan sastra populer turut
memperkaya khazanah kesusastraan Indonesia. Booming chicklit dan teenlit
dewasa ini tidak bisa lepas dari budaya populer yang dianut oleh
masyarakatnya (Dewojati, 2010:15).
Budaya populer memiliki hubungan yang cukup erat dengan konsumsi
masyarakatnya. Populer yang dimaksudkan adalah segala sesuatu yang dianut
oleh banyak pihak pada masa sekarang. Budaya konsumerisme sangat
berkaitan dengan gaya hidup hedonis yang menyertai dinamika kehidupan
remaja termasuk karya sastranya. Sastra pop, salah satunya teenlit, sebagai
produk budaya populer mampu mempengaruhi pola pikir pasar, khususnya
remaja sebagai kaum konsumen teenlit. Budaya konsumerisme menyebabkan
penyeragaman rasa terhadap barang-barang, maupun ilmu atau cara berpikir
masyarakat di dalamnya. Penyeragaman itu pun terjadi dalam bacaan populer
remaja, khususnya novel pop teenlit (Dewojati, 2010:19).
A.2 Landasan Teori
Sastra adalah suatu kegiatan kreatif sebuah karya seni (Wellek &
Warren, 1995:3). Dalam melakukan analisis terhadap karya fiksi, perlu
disadari bahwa yang menjadi objeknya adalah karya fiksi yang merupakan
manifestasi pengalaman kemanusiaan yang penuangannya menggunakan
penalaran pengarang (Pujiharto, 2012:23). Analisis tokoh dan latar yang
dilakukan terhadap novel karya Ade Kumalasari ini menggunakan teori
Robert Stanton. Menurut Stanton (1965) dalam Pujiharto (2012:27), fakta-
fakta cerita terdiri atas tiga elemen, yaitu alur, tokoh, dan latar. Ketiga elemen
tersebut disebut ‘struktur faktual’ karena tetap saling berkaitan satu sama lain
dan membentuk pola struktur tertentu yang terorganisasi dengan baik. Dalam
makalah ini hanya dibahas analisis tokoh dan latar terhadap novel karya Ade
Kumalasari.
Tokoh merupakan elemen terpenting dalam suatu cerita. Istilah tokoh
biasa dipergunakan untuk menunjuk pelaku dalam cerita. Tokoh berbeda
dengan watak, tetapi keduanya saling berkaitan. Penokohan adalah cara
pengarang dalam melukiskan tokoh, sedangkan perwatakan adalah cara
pengarang dalam menggambarkan watak dan kepribadian tokoh (Pujiharto,
2012:44). Tokoh dapat dibedakan menjadi tiga macam, berdasarkan fungsi
penampilannya (protagonis dan antagonis), berdasarkan tingkat kepentingan
peranannya (tokoh utama dan tokoh tambahan), dan berdasarkan wataknya
(tokoh sederhana dan tokoh bulat/kompleks).
Latar adalah elemen fiksi yang menyatakan pada pembaca di mana
dan kapan terjadinya peristiwa (Pujiharto, 2012:47). Penilaian latar suatu
cerita dapat dilihat berdasarkan letak geografis tertentu, detil-detil suasana,
pekerjaan dan cara-cara hidup tokoh sehari-hari, maupun lingkungan religius,
moral, intelektual, sosial, dan emosional tokoh-tokohnya. Dalam
menganalisis elemen ini, pembaca perlu melihat kejelasan dalam
penyajiannya dengan memperhatikan hubungannya dalam keseluruhan isi
cerita.
B. Analisis Tokoh dan Latar Dengerin Dong, Troy! Karya Ade Kumalasari
A.1 Analisis Tokoh Dengerin Dong, Troy! Karya Ade Kumalasari
Dalam novel Dengerin Dong, Troy! terdapat total 15 tokoh, yaitu
Lintang dan Troy sebagai tokoh utama, Dinda, ibu Lintang, adik Lintang,
ibu Troy, Titan (kakak Troy), Bu Narti (ibu kost Lintang), Yudhi,
Ghulam, Budi, Ferry, Topik, Dedy, dan Kepala Sekolah sebagai tokoh-
tokoh tambahan. Nama-nama yang digunakan Ade dalam novelnya
terbilang lebih modern apabila dibandingkan dengan nama-nama tokoh
dalam novel serius, seperti Srintil (Ronggeng Dukuh Paruk) ataupun
Mariamin (Azab dan Sengsara). Dalam analisis keempat belas tokoh
tersebut, penulis hanya akan mengulas tiga tokoh utama dalam novel ini
dan beberapa tokoh tambahan karena beberapa tokoh tambahan yang lain
tidak memiliki peranan yang begitu penting dan dominan dalam cerita.
Lintang
Lintang merupakan salah satu tokoh utama dalam novel Dengerin
Dong, Troy! karya Ade Kumalasari. Lintang dikisahkan sebagai
seorang Ketua OSIS SMA Empat Lima yang sangat pandai dalam
hal pelajaran, terutama Fisika. Lintang adalah seorang perempuan
yang memiliki daya saing tinggi, teutama terhadap Troy, rivalnya,
seperti yang terlihat pada kutipan berikut:
Sejak sekelas di kelas satu, dia sudah mengirim sinyal
permusuhan sama aku, ketika kami bersaing dalam pemilihan
ketua kelas (menurutku sih ini persaingan konyol). Lalu
ketika kami sekelas lagi di kelas dua, kami kembali bersaing
dalam kampanye pemilihan Ketua OSIS. Aku yang menang.
(DDT: 9—10).
Mulanya, Lintang diceritakan begitu membenci tokoh Troy, seperti
yang terlihat pada kutipan di atas. Lintang juga tidak menyukai sifat
Displaying 5 of 16 pages, to read the full document please DOWNLOAD.