Laporan Field Trip Sistem Informasi Manajemen Keperawatan RSUD Banyumas

Document Details:
  • Uploaded: September, 16th 2015
  • Views: 189 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 18 Pages
  • File Format: .pdf
  • File size: 131.86 KB
  • Uploader: amanda
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
LAPORAN FIELD TRIP
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPERAWATAN
RSUD BANYUMAS
Disusun oleh:
Monica Putri Safarah 13758
Dhita Danny Megawati 13802
Darmiyanti 13811
Sari Puspita 13732
Maulana Al Afghani 13812
Militia Kristi 13815
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb
Pertama tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan YME
yang telah memberikan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan
Laporan ini dengan tepat waktu. Laporan ini bertujuan untuk mengetahui dan
mempelajari sistem informasi manajemen keperawatan.
Taklupa kami ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Bapak
Eri Yanuar dan Heru Subekti. Kami menyadari bahwa dalam laporan ini masih
terdapat kekurangan dan kesalahan, serta masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat kami harapkan
untuk perbaikan laporan kami selanjutnya.
Wassalamualaikum wr.wb.
Yogyakarta, 15 Oktober 2013
Tim penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Di era teknologi informasi dan era keterbukaan ini, masyarakat mempunyai
kebebasan untuk mengemukakan pendapatnya, sehingga apabila masyarakat
mendapatkan pelayanan kesehatan yang tidak bermutu maka masyarakat berhak
menuntut pada pemberi pelayanan kesehatan. Namun kondisi keterbukaan pada
masyarakat saat ini sepertinya belum didukung dengan kesiapan pelayanan
kesehatan, salah satunya dalam memenuhi ketersediaan alat dokumentasi yang
cepat dan modern dipelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit. Perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini di Indonesia belum secara luas
dimanfaatkan dengan baik oleh perawat khususnya di pelayanan rumah sakit,
terutama pelayanan keperawatan.
Tenaga perawat sebagai salah satu tenaga yang mempunyai kontribusi besar
bagi pelayanan kesehatan, mempunyai peranan penting untuk meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,
perawat harus mampu melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar, yaitu
dari mulai pengkajian sampai dengan evaluasi dan yang sangat penting adalah
disertai dengan sistem pendokumentasian yang baik. Namun pada realitanya
dilapangan, asuhan keperawatan yang dilakukan masih bersifat manual dan
konvensional, belum disertai dengan sistem /perangkat tekhonolgi yang memadai.
Contohnya dalam hal pendokumentasian asuhan keperawatan masih manual,
sehingga perawat mempunyai potensi yang besar terhadap proses terjadinya
kelalaian dalam praktek. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan
komunikasi, maka sangat dimungkinkan bagi perawat untuk memiliki sistem
pendokumentasian asuhan keperawatan yang lebih baik dengan menggunakan
Sistem Informasi Manajemen berbasis komputer. Cornelia Mahler, at all (2005).
Penggunaan catatan pasien yang terkomputerisasi (computerized patient
records) yang berkembang pesat, membutuhkan bahasa yang baku dalam
menggambarkan masalah-masalah pasien. Diagnosis keperawatan melengkapi
kebutuhan tersebut dan membantu menetapkan lingkup praktik keperawatan,
dengan menggambarkan kondisi perawat yang dapat merawat secara mandiri.
Diagnosis keperawatan menyertakan pemikiran kritis dan pembuatan keputusan,
serta menyediakan istilah yang dipahami secara universal dan konsisten diantara
para perawat yang bekerja pada beragam tempat, termasuk rumah sakit, klinik
rawat jalan, fasilitas perawatan lain, fasilitas kesehatan okupasi, dan praktik
pribadi/swasta. (Doenges et al. 1999).
Pembakuan klasifikasi dalam asuhan keperawatan merupakan hal yang
sangat penting, apalagi jika kita bicara dalam konteks komputerisasi. Kesepakatan
istilah dan terminologi akan memperbaiki proses komunikasi, menghilangkan
ambiguitas dokumentasi serta memberikan manfaat lebih lanjut terhadap sistem
kompensasi, penjadwalan, evaluasi efektivitas intervensi maupun sampai kepada
upaya identifikasi error dalam manajemen keperawatan. Salah satu tantangan
besar dalam informatika kesehatan adalah disepakatinya standar klasifikasi dan
terminologi yang mencakup berbagai konsep (kedokteran, keperawatan,
laboratorium, obat, patient safety, images, pertukaran data, demografis) (Suparti,
2005).
Sistem Informasi Keperawatan yang di design dalam sistem adalah seluruh
dokumentasi yang diperlukan dalam aktifitas keperawatan di ruang rawat inap.
Dokumentasi Asuhan Keperawatan tentu menjadi yang paling utama dalam sistem
ini. Salahsatu rumah sakit yang telah menggunakan system catatan pasin
menggunakan computer adalah RSUD Banyumas, Selengkapnya tentang SIM
Keperawatan di RSUD Banyumas adalah sebagai berikut:
1. Manajemen Asuhan Keperawatan
1. Dokumen Proses Keperawatan yang terdiri dari Pengkajian, Diagnosa,
Perencanaan, Implemetasi dan Evaluasi.
2. Dokumentasi Keselamatan Pasien (patient safety) yang terdiri dari
Ketepatan identifikasi pasien; Peningkatan komunikasi yang efektif;
Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai; Ketepatan pasien yang
di operasi; Pengurangan resiko infeksi; Pengurangan resiko pasien jatuh.
Aplikasi ini memfasilitasi dalam pengkajian pasien resiko jatuh,
menampilkan dalam dashdoard monitoring pasien yang beresiko sekaligus
memfasilitasi form KTD/KNC yang dikeluarkan oleh KKPRS.
3. Dokumentasi indikator mutu pelayanan keperawatan klinik. Poin-poin
indikator mutu pelayanan keperawatan adalah Keselamatan pasien (patient
safety); Perawatan diri; Kepuasan pasien; Kecemasan; Kenyamanan;
Pengetahuan. Agar pelaporan indikator mutu pelayanan keperawatan
menjadi valid, maka sistem didesain agar data yang ditampilkan oleh
sistem dapat diklarifikasi mengenai sumber data dasarnya (nama pasien,
ruang, tanggal kejadian dll).
4. Dan yang terbaru untuk saat ini adalah Dashboard Keperawatan.
2. Manajemen Pelayanan Keperawatan
1. Ketenagaan. Sistem didesain untuk memenuhi data base tenaga, standar
ketenagaan keperawatan, pola ketenagaan, jenjang karir, perencanan
pengembangan tenaga, perencanaan kebutuhan, kompetensi, rekrutmen,
mutasi, rotasi, jadwal dinas, angka kredit perawat, kinerja perawat. Sistem
juga mampu menampilkan pelaporan ketenagaan sesuai kebutuhan
(customize).
Displaying 5 of 18 pages, to read the full document please DOWNLOAD.