Asuhan Keperawatan pada Ny. S dengan Close Fraktur Humerus Sinistra di Ruang Instalasi Bedah Sentral RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta

Document Details:
  • Uploaded: July, 27th 2015
  • Views: 537 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 17 Pages
  • File Format: .pdf
  • File size: 245.00 KB
  • Uploader: Aliyah Makhmudah
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DENGAN CLOSE FRAKTUR
HUMERUS SINISTRA DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL RS
ORTOPEDI PROF. DR. R. SOEHARSO SURAKARTA
NASKAH PUBLIKASI
Di Susun Oleh :
RENI TRIASTUTI
J 230 113 001
PROGRAM PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2012
1
KARYA TULIS ILMIAH
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DENGAN CLOSE FAKTUR
HUMERUS SINISTRA DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL RS
ORTOPEDI PROF. DR. R. SOEHARSO SURAKARTA
Reni Triastuti*
Okti Sri Purwanti, S.Kep, Ns**
Roosy Irawati, S.Kep, Ns **
ABSTRACT
Fraktur humerus adalah salah satu jenis fraktur yang memerlukan
penanganan segera, tanpa penanganan segera dapat terjadi komplikasi
kelumpuhan nervus radial, kerusakan nervus brachial atau median. Di Rumah
Sakit Ortopedi Prof DR. R. Soeharso Surakarta selama kurun waktu 1 bulan
terakhir terdapat kasus close fraktur humerus sinistra yang memerlukan
penanganan operasi sebanyak 9,4 % dari 382 kasus. Tujuan umum dari
penulisan karya tulis ilmiah ini adalah untuk mengetahui gambaran umum
tentang asuhan keperawatan dengan close fraktur humerus sinistra di ruang
Instalasi Bedah Sentral. Penyusunan karya tulis ini menggunakan metode
diskriptif dengan pemaparan kasus dan menggunakan pendekatan proses
keperawatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara,
pemeriksaan fisik, observasi, studi dokumentasi, metode kepustakaan.
Kesimpulan dari Karya Tulis Ilmiah ini adalah pada klien Ny.S dengan close
fraktur humerus sinistra diagnosa keperawatan yang muncul diantaranya
nyeri akut berhubungan dengan agen injuri fisik, cemas berhubungan dengan
krisis situasional, resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan
perdarahan intra operasi, resiko infeksi berhubungan dengan tidak adekuat
pertahanan tubuh primer, resiko aspirasi berhubungan dengan efek depresan
anastesi.
Kata kunci: close fraktur humerus sinistra, Instalasi Bedah Sentral, asuhan
keperawatan
2
ABSTRACT
Fractures of the humerus is one type of fracture that requires
immediate action, with no immediate complications can occur radial nerve
paralysis, brachial nerve damage or median. Orthopedic Hospital Prof DR. R.
Soeharso Surakarta during the period of one month there is a close case
Sinistra humerus fractures that require surgery as much as 9.4% of 382
cases. The general objective of writing scientific papers is to determine the
general idea with close Nursing Fractures of the humerus Sinistra in the
Central Surgical installation. Preparation of this paper uses descriptive
method with the exposure of cases and using the nursing process approach.
Data collection techniques used were interviews, physical examination,
observation, documentation studies, literature method. Conclusion of
Scientific Writing is on the client Ny.S Sinistra humerus fractures with close
nursing diagnoses that appear include acute pain associated with physical
injury agent, anxiety related to situational crisis, lack of fluid volume risk
associated with bleeding intra-operation, the risk of infection associated with
inadequate primary defense of the body, the risk of aspiration associated with
depressant effects of anesthesia.
Keywords: fractures of the humerus close sinistra, Central Surgical
Installation, care nursing.
PENDAHULUAN
Latar belakang masalah
Fraktur lebih sering terjadi
pada orang laki-laki daripada
perempuan dengan umur di bawah
45 tahun dan sering berhubungan
dengan olah raga, pekerjaan atau
kecelakaan. Sedangkan pada usia
prevalensi cenderung lebih banyak
terjadi pada wanita berhubungan
dengan adanya osteoporosis yang
terkait dengan perubahan hormon
(Anonim, 2008).
Fraktur humerus adalah salah
satu jenis fraktur yang memerlukan
penanganan segera, tanpa
penanganan segera dapat terjadi
komplikasi kelumpuhan nervus
radial, kerusakan nervus brachial,
atau median ( Smeltzer & Bare,
2002).
Di Rumah Sakit Ortopedi Prof.
DR. R. Soeharso Surakarta selama
kurun waktu 1 bulan terakhir
terdapat kasus close fraktur
humerus yang memerlukan
penanganan operasi sebanyak 9,4
% dari 382 kasus, yang mana kasus
close fraktur humerus masuk ke
dalam peringkat sepuluh besar
kasus tertinggi.
Berdasarkan uraian di atas
penulis tertarik untuk membuat
karya tulis ilmiah tentang
penanganan kasus close fraktur
humerus dengan judul “Asuhan
Keperawatan Pada Ny. S dengan
close fraktur humerus sinistra di
Ruang Instalasi Bedah Sentral RS
Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso
Surakarta”.
Tujuan Penelitian
Mengetahui gambaran
umum tentang asuhan keperawatan
dengan close fraktur humerus
sinistra dan mampu menerapkan
suatu konsep tentang asuhan
keperawatan secara komprehensif
melalui proses keperawatan pada
3
klien dengan close fraktur humerus
sinistra.
LANDASAN TEORI
Pengertian
Fraktur atau patah tulang adalah
terputusnya kontinuitas jaringan
tulang dan atau tulang rawan yang
umumnya disebabkan oleh
rudapaksa, trauma yang
menyebabkan tulang patah, dapat
berupa trauma langsung dan dapat
berupa trauma tidak langsung
(Hoppenfield, 2011).
Close fraktur adalah patah
tulang yang tidak menyebabkan
robeknya kulit (Smeltzer & Bare,
2002).
Fraktur humerus adalah fraktur
pada tulang humerus yang
disebabkan oleh benturan atau
trauma langsung maupun tidak
langsung (de Jong, 2010).
Jadi berdasarkan pengertian-
pengertian di atas dapat
disimpulkan close fraktur humerus
adalah terputusnya kontinuitas
jaringan tulang dan atau tulang
rawan pada tulang humerus yang
disebabkan oleh trauma secara
langsung maupun tidak langsung,
dan tidak menyebabkan robekan
kulit.
Etiologi
Menurut Reksoprodjo (2010)
fraktur humerus disebabkan oleh
trauma di mana terdapat tekanan
yang berlebihan pada tulang.
Trauma ada 2 jenis yaitu :
1. Trauma langsung, yaitu terjadi
benturan pada tulang dan
mengakibatkan fraktur di tempat
itu
2. Trauma tidak langsung yaitu
terjadi benturan pada tulang dan
titik tumpu benturan dengan
terjadinya fraktur berjauhan.
Tanda dan Gejala
Menurut Smeltzer & Bare (2002)
tanda dan gejala dari fraktur
humerus adalah :
1. Nyeri
Nyeri terus menerus dan
bertambah beratnya sampai
fragmen tulang diimobilisasi.
Spasme otot yang menyertai
fraktur merupakan bentuk bidai
alamiah yang dirancang untuk
meminimalkan gerakan antar
fragmen tulang.
2. Deformitas
Pergeseran fragmen pada
fraktur menyebakan deformitas
(terlihat maupun terasa),
deformitas dapat diketahui
dengan membandingkan
ekstremitas yang normal.
3. Krepitus
Saat ekstremitas diperiksa,
terasa adanya derik tulang
dinamakan krepitus yang terasa
akibat gesekan antara fragmen
satu dengan lainnya.
4. Pembengkakan dan perubahan
warna.
Pembengkakan dan perubahan
warna lokal pada kulit terjadi
pembengkakan dan perubahan
warna lokal yang mengikuti
fraktur. Tanda ini baru terjadi
setelah beberapa jam atau hari
setelah cidera.
Klasifikasi
Menurut Hoppenfield (2011)
patah tulang humerus dapat dibagi
menurut ada tidaknya hubungan
antara patahan tulang dengan dunia
luar, yaitu :
1. Fraktur tertutup (closed)
Apabila tidak terdapat
hubungan antara fragmen
tulang dengan dunia luar.
2. Fraktur terbuka (open)
Apabila terdapat hubungan
antara fragmen tulang
dengan dunia luar karena
Displaying 5 of 17 pages, to read the full document please DOWNLOAD.