Artikel Kewirausahaan Penetapan Harga Jual Produk

Document Details:
  • Uploaded: July, 25th 2015
  • Views: 247 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 5 Pages
  • File Format: .docx
  • File size: 205.23 KB
  • Uploader: amanda
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
Artikel Kewirausahaan - Penetapan Harga Jual Produk
Harga jual merupakan biaya penuh ditambah biaya wajar atau laba yang diinginkan oleh
perusahaan yang dibebankan kepada pembeli atau pelanggan atas barang atau jasa yang dijual
atau diserahkan.
Tujuan penetapan harga jual produk.
4 (Empat) tujuan penetapan harga jual. Menurut Simamora (2000:575). Antara lain
sebagai berikut :
1. Memaksimalkan Laba atau Keuntungan.
Tujuan yang lazim dalam penetapan harga jual adalah untuk memperoleh laba yang maksimum.
organisasi membutuhkan laba usaha untuk memuaskan komunitas pemegang sahamnya dalam
mengembangkan produk dalam rangka memaksimalkan laba usaha dibutuhkan data jumlah unit
yang dijual padaharga jual yang berbeda ditambah etimasi biaya variabel dan biaya tetap.
2. Memaksimalkan Pendapat Demi mendapatkan pertumbuhan pasar.
Perusahaan biasanya bersedia untuk mengorbankan sedikit keuntungan demi meningkatkan
volume penjualan. Beberapa perusahaan berpendapat dan yakin lebih mudah memaksimalkan
penjualan dari pada memaksimalkan keuntungan yang sifatnya lebih abstrak. Harga jual yang
lebih rendah serta diiringi dengan memaksimalkan pendapatan dapat pula digunakan supaya
competitor tidak dapat memasuki pasar.
3. Memaksimalkan Pangsa Pasar.
Tujuan memaksimalkan pangsa pasar untuk mendapatkan posisi pasar akan mengorbankan
berbagai keuntungan dan pendapatan. Rancangan ini biasanya dipakai untuk menerobos pasar
baru. Volume unit pasar yang maksimal biasanya penting dalam situasi dimana data penjualan
unit dan angka-angka pasar dari keseluruhan bisnis dalam upaya menopang citranya. Terlepas
dari apapun imbasnya terhadap laba usaha. Memaksimalkan pangsa pasar paling baik dipakai
disaat perusahaan mempunyai arus kas dari lini produk lain yang digunakan untuk
mensubsidikan silang, Perbaikan produk dan ekspansi fasilitas produk.
4. Kepemimpinan Mutu.
Tujuan penetapan harga jual lain adalah untuk menopang suatu citra, seperti pemimpin mutu di
sebuah pasar. Beberapa pelanggan menggunakan harga jual sebagai indikator mutu. Para
pembeli cenderung menyukai produk berharga jual mahal. Mana kal harga jual merupakan sau-
satunya informasi yang tersedia, ketika mereka yakin bahwa mutu dari meraka yang tersedia
adalah berbagai secara senifikan, dan pada saat perbedaan harga jual diantara merk-merk yang
ada adalah besar. Konsekuensinya harga jual suatu produk yang sesuai dapat memberikan
persepsi di benak konsumen bahwa harga jual produk di perusahaan yang bermutu tinggi.
Perencanaan Laba
Perusahaan dikatakan Berhasil atau tidak dapat dilihat pada tingkat laba yang
dihasilkan, pada umumnya ditandai dengan kemampuan manajemen dalam melihat kemungkinan
dan kesempatan dimasa yang akan datang, baik jangka panjang maupun jangka pendek oleh
karena itu adalah tugas manajemen untuk merencanakan masa depan perusahaannya, agar
sedapat mungkin semua kemungkinan dan kesempatan dimasa yang akan datang telah disadari
dan telah direncanakan cara menghadapinya sejak sekarang. Perencanaan pada dasarnya
merupakan kegiatan membentuk masa depan sekarang.
Alternatif-alternatif pembuatan rencana laba menurut Welsch, Hilton Gordon dalam buku
yang berjudul “Anggaran Perencanaan dan Pengendalian Laba” (2000;409) adalah sebagai
berikut :
Adapun alternatif-alternatif pembuatan rencana laba diatas adalah sebagai berikut:
1. Harga Penjualan
Manajemen harus membuat kebijakan penetapan harga dan memperkirakan jumlah barang-
barang yang dapat dijual pada harga tertentu.
2. Kebijakan Umum Periklanan
Keterbatasan-keterbatasan pengeluaran periklanan lokal dibandingkan nasional, dan produk
dibandingkan kelembagaan, merupakan area atau bidang keputusan dimana pilihan-pilihan
alternatif harus dibuat seawal mungkin dalam proses perencanaan.
3. Wilayah Penjualan dan Perluasan atau Penciutan Kekuatan Penjualan
Keputusan-keputusan dalam fungsi-fungsi ini harus didasarkan atas studi penelitian tentang
potensi pasar, baik oleh karyawan perusahaan maupun oleh profesional dari luar.
4. Sales Mix
Proporsi penjualan adalah penekanan penjualan relatif untuk berbagai produk yang dijual
perusahaan.
5. Keseimbangan antara Penjualan, Produksi dan Tingkat Persediaan
Modal matematis dan penggunaan komputer berguna terutama dalam memilih alternatif-
alternatif ekonomi.
6. Pengeluaran untuk Penelitian dan Pengembangan
Adalah salah satu dari bidang keputusan yang harus didasarkan terutama pada tujuan jangka
panjang. Pertimbangan persaingan dan kemampuan perusahaan untuk membiayai penelitian.
7. Pengeluaran untuk Barang Modal
Analisis biaya dan laba rugi evaluasi diferensial biaya dan laba rugi dan perhitungan arus kas
yang ditunaikan merupakan pemikiran utama dalam menilai alternatif-alternatif dan memusatkan
pembiayaan barang modal.
8. Menguji Keputusan Alternatif
Aspek utama dari keputusan alternatif adalah memproyeksikan hasil laba.
Metode yang digunakan dalam Penetapan Harga Jual
Berdasarkan kenyataan yang ada, tingkat persaingan didunia bisnis sekarang semakin
ketat, perusahaan perusahaan saling mengubah strategi dalam pemasaran produknya. Sebuah
perusahaan dituntut untuk memberikan barang atau jasa yang memiliki keunggulan, berkualitas
dan memberikan harga yang dapat dijangkau oleh konsumen sehingga mampu untuk menarik
daya beli para konsumen.
Dalam penetapan harga jual produk tidak jarang perusahaan yang bergerak dalam
perusahaan dagang atau manufaktur biasanya menejemen perusahaan memerlukan informasi
biaya yang digunakan aktivitas perusahaan sebagai dasar untuk penetapan harga jual produk.
Dimana ditentukan berdasarkan jumlah biaya per satuan produk yang keluar ditambah dengan
keuntungan yang diharapkan. Ada beberapa metode penentuan harga dengan pendekatan biaya :
1. Penentuan Harga Biaya Plus (Cost Plus Pricing Method)
Dengan methode ini, hargajual per unit ditentukan dengan menghitung jumlah seluruh
biaya per unit ditambah jumlah tertentu untuk menutupi laba yang dikehendaki pada unit
tersebut (margin).
2. Penetapan Harga Mark Up
Yaitu dimana para pedagang membeli barang-barang dagangannya untuk dijual kembali
dan harga jualnya dengan menambahkan mark up tertentu terhadap harga beli.
3. Penetapan Harga Break Even Poin
Yaitu penetapan harga yang didasarkan pada permintaan pasar dan masih
mempertimbangkan biaya. Perusahaan dikatakan Break Even apabila permintaan sama dengan
biaya yang dikeluarkannya, dengan anggapan bahwa harga jualnya sudah tertentu.
Sedangkan berikut ini ada beberapa pendekatan dalam penentuan harga jual :
a. Penentuan Harga Jual Produk Normal (Normal Pricing)
dalam penentuan harga jual produk normal bahwa harga jual harus mampu dan cukup
untuk menutup semua biaya dan menghasilkan laba sehingga dapat memberikan return yang
wajar bagi para pemegang saham serta mempertahankan dan mengembangkan perusahaan.
Dalam keadaan normal, manajer penentu harga jual merupakan informasi biaya penuh masa akan
datang sebagai dasar penentuan harga jual produk atau jasa. Metode penentuan harga jual normal
seringkali disebut dengan istilah cost plas pricing, karena harga jual ditentukan dengan
menambah biaya masa yang akan datang dengan suatu persentasemark-up. Cost plus
pricing merupakan suatu metode penentuan harga jual dimana harga dihitung dengan dasar biaya
produksi dengan biaya penjualan produk dengan tambahanmark-up yang pantas.
Dengan penentuan harga jual menggunakan metode harga jual normal ini dapat dihitung
menggunakan pendekatan Penentuan harga jual yang didasarkan atas biaya tidak dapat
dipisahkan dengan peranan harga pokok produksi. Harga pokok produksi menunjukkan
akumulasi biaya produksi dalam rangka mengolah bahan baku menjadi bahan produk atau jasa
siap jual. Alternatif metode yang ditawarkan dalam perhitungan harga pokok yang berbasis biaya
adalah metode Full Costing dan Variabel Costing
Jadi Dengan penentuan harga jual menggunakan metode harga jual normal ini dapat
dihitung menggunakan pendekatan sebagai berikut:
1. Pendekatan harga pokok produksi penuh (Metode Full costing).
Pendekatan yang lebih menekankan pada pencapaian laba jangka panjang sehingga
harga jual yang ditetapkan harus mampu untuk menutup semua biaya yang dikeluarkan. Dalam
keadaan normal, harga jual harus dapat menutup biaya penuh ditambah laba wajar. Laba wajar
dihitung ssebesar presentasi tertentu dari aktiva penuh.Yang dapat menghasilkan laba yang
diharapakan dihitung berdasarkan investasi yang ditanamkan untuk menghasilkan produk atau
jasa.
Metode Full Costing
Mark up = biaya non produksi + laba yang di harapkan
Biaya produksi
Laba yang di harapkan = Y% x Asset penuh yang digunakan
Harga jual per unit = biaya produksi perunit + mark up
2. Pendekatan Harga Pokok Variabel
Pendekatan harga pokok produksi penuh sebagai dasar penentuan harga jual yang
menekankan penggolongan biaya berdasarkan fungsinya, sedangkan harga pokok variabel
sebaagai dassar penentuan harga jual menekankan pada penggolongan biaya berdasarkan
perilakunya. Pada pendekatan ini penentuan harga jual produk ditentukan sebesar biaya variabel
ditambah mark up yang harus tersedia untuk menutup semua biaya tetap dan untuk menghasilkan
laba yang diinginkan.
Metode Variable Costing
Mark up = Biaya Tetap + Laba yang diharapkan
Biaya Variabel
Laba yang diharapkan = Y% x Asset Penuh yang digunakan
Harga Jual per Unit = Biaya Variabel per Unit + Mark up
b. Penentuan harga jual dalam pesanan khusus
pesanan khusus merupakan pesanan barang yang diterima perusahaan dari seorang
pelanggan yang mencakup jumlah besar, biasanya seorang costumer yang melakukan pemesanan
khusus meminta harga miring artinya pemesan memiliki harga sendiri yang lebih rendah
dibandingkan dengan harga jual produk yang sama kepada pelanggan umum. Maka dari itu ada
beberapa pertimbangan dari manajemen sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk diterima atau
tidaknya pesanan khusus. Antara lain :
1. Perusahaan masih memiliki kapasitas yang menganggur
Jika masih ada kapasitas yang menganggur maka pemanfaatan kapasitas tersebut hanya
mengakibatkan peningkatan biaya variabel, sedangkan biaya tetap tidak meningkat jumlahnya.
Jika pengolahan pesanan khusus tersebut mengakibatkan terlampauinya kapasitas yang ada maka
keadaan ini mengakibatkan meningkatnya jumlah total biaya tetap.
2. Pemisahan pasar
Di perlukan pemisahan pasar guna menetapkan antara pesanan regular dan pesanan khusus.
Pemisahan pasar antara penjual biasa dengan penjual untuk pesanan khusus, dengan tujuan agar
harga jual kepada umum yang lebih tinggi tidak merusak atau turun karena pengaruh harga jual
pesanan khusus yang jumlahnya lebih kecil.