Enzim Energetik Dan Respirasi

Document Details:
  • Uploaded: July, 12th 2015
  • Views: 187 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 9 Pages
  • File Format: .pdf
  • File size: 875.99 KB
  • Uploader: amanda
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
Universitas Gadjah Mada 53
Bab 6
ENZIM , ENERGETIK DAN RESPIRASI
Isi bagian ini adalah :
enzim
Energetik
Deskripsi
1. Respirasi seluler
2. Glycolisis dan Cyclus Kreb
3. Elektron transfer dan Oksidasi Phosporylation
4. Pentose shunt
5. Acetyl Coenzim A
6. Respirasi an aerobic Quotien respirasi
7. Photorespirasi
Lespirasi pada tanaman:
1. Jumlah cadangan makanan yang dipakai untuk respirasi
2. Respirasi untuk seluruh pohon, sebagian dan path pohon
3. Variasi musiman path respirasi
4. Gas-gas yang ada dalam batang pohon
5. Akar-akar dan pneumatophora
6. Respirasi pada buah Respirasi pada biji-biji
faktor-faktor yang berpengaruh terhadap respirasi
1. Umur dan kondisi fisiologi dan jaringan
2. Ketersediaan substrat
3. Hydariasi
4. Kadar air thiam tanah
5. Suhu udara dan dalam tanah
6. Komposisi di atmosfer
7. Rangsangan karena luka
8. Zat-zat kimia
Asimilasi
Proses metabolisme yang erat dengan proses mi adalah aktifitas enzim dan energi transfer.
Universitas Gadjah Mada 54
ENZIM
Enzim adalah katalisator organis yang mampu membuat suatu proses reaksi kimia
dapat berlangsung path suhu kamar/biasa. Enzim ini sangat spesifik dengan melengkapi
semacam jembatan yang menggandeng molekul/substrat pada permukaan molekul enzim
yang meningkatkan kemungkinan terjadinya reaksi kimia. Beberapa enzim kadang-kadang
ada pada beberapa bentuk molekul yang bereaksi sama pada subtrate yang sama dan mi
disebut isozyme.
Jumlah enzim cukup banyak sampai beberapa ratus dan ada pada beberapa
organelle. Sebagai contoh misalnya enzim yang terlibat pada Kreb Cycle juga pada
mitochondaria, kemudian yang terlibat path electron transport ada pada mitochondaria dan
khloroplast, sedang enzim yang terlibat pada glycolisis ada pada pentose shunt terutama
ada pada cytoplasma.
Pada dasamya enzim adalah molekul protein dan masing-masing enzim berbeda
pada susunan asam amino dalam molekul protein. Beberapa enzim juga mengandung unsur
nonprotein yang sering disebut cofaktor atau coenzim, coenzim ini yang terikat atau
berasosiasi dengan mol protein. Contoh dan coenzim ini adalah copper di dalam tyrosinase
dan ascorbic acid oxidase dan besi dalam catalase yang disebut prosthetic groups.
Beberapa enzim hanya dapat aktif apabila ada Mg
2+
, Mn
2+
, Ca
2+
dan K
+
(metal aktifator).
Penggolongan enzim
Enzim dikelompokkan berdasarkan kepada jenis reaksi yang dibantunya:
1. Oksidoreduktase; kelompok enzim mi membantu / sebagai katalisator reaksi oksidasi
dan reduksi misalnya enzim: oksidases, dehidrogenases
2. Transferases; kelompok enzim mi membantu! sebagai katalisator reaksi atau transfer
dan sekelompok senyawa kimia dan senyawa donor ke senyawa penenima ( sebagai
contoh adalah transaminase)
3. Hydariolases; Kelompok mi membantu /sebagai katalisator reaksi pemecahan secara
hydariolytic senyawa C-C ; C- 0 ; C- N ; dan senyawa lain ( contohnya sucrase)
4. Lyases : Kelompok ini membantu / sebagai katalisator reaksi pemindahan /
penggeseran senyawa kimia dan subtratnya dengan cara nonhidariolitik. Pemecahan
C-C ; C-O; C-C dan senyawa lain ini dengan meninggalkan senyawa bertangan
ganda atau menambah senyawa menjadi mempunyai tangan ganda ( misalnya
dekarboksilasis ).
5. Isomerases Kelompok enzim ini membantu sebagai katalisator untuk reaksi konversi
senyawa menjadi isomernya (sebagai contoh: triose fosfat isomerase)
Universitas Gadjah Mada 55
6. Ligases ( synthetases ) Kelompok enzim ini membantu/sebagai katalisator reaksi
yang mampu menggabungkan dua molekul dengan hydariolisa senyawa pyroposfat
dalam ATP ( sebagai contoh: thiokinases).
6.2. ENERGETIK
Semua makhluk hidup berusaha menjaga kebutuhan energinya dengan berbagai
area: misalnya untuk nlenyusun protoplasma, menjaga struktur organella dan embran,
transport ion secara aktif, aliran cytoplasmic. Kemudian bakteri menjaga atau mendapatkan
energi dan oksidasi NH
3
ke NO
2
NO
2
ke NO
3
HS ke SO
4
atau n Ferrous iron menjadi ferric
iron.
Organisme heterotrophic termasuk binatang atau nongreenpiants dimana sangat
tergantung kepada suplai energi dan tanaman hijau untuk makanan yang enunjang energi
yang dibutuhkannya. Sukses tanaman dalam mengatur urviveabilitynya tergantung kepada
kemampuan memanfaatkan , menyimpan dan melepaskan energi yang dibutuhkannya.
Senyawa disebut dioksidasi apabila kehilangan electron atau atom hidrogen dan
kemudian di sebut direduksi apabila dan reaksinya mampu mengumpulkan electron atau
atom hidrogen.
Dehidrogenase
AH
2
+B A+BH
2
Oksidasi glucose sebagai berikut:
C
6
H
12
O
6
+ 6O
2
6CO
2
+ 6H
2
0 + 686,000 cal
Faktor faktor yang berpengaruh terhadap basil respirasi
Respirasi dalam level sel atau respirasi yang terjadi pada berbagai jaringan anaman
dan organ faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil rata-rata respirasi. Respirasi tidak
hanya proses melepaskan energi yang diperlukan untuk menjaga mtegritas struktur
protoplasma untuk tetap berfungsi tetapi juga untuk sintesa sejumlah senyawa yang
diperlukan untuk membuat protoplasma baru dan membuat struktur anaman (asimilasi).
Sebagian karbohidrat dan hasil fotosintesis yang tidak dioksidasi dalam proses
respirasi atau tidak untuk asimilasi akan dikumpulkan dan disimpan dalam buah, biji lain
bagian vegetatif terutama dalam bentuk senyawa pati, protein atau lipid.
Respirasi dapat didefinisikan sebagai oksidasi makanan dalam sel yang hidup yang
menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan kemudian disimpan dalam bentuk energi kimia
dan disimpan dalam molekul substrat tertentu.
Universitas Gadjah Mada 56
Hasil dan respirasi tersebut dipakai sebagai:
1. Mempertahankan proses respirasi ( dalam protoplasma)
2. Respirasi pertumbuhan
3. Proses pengangkutan material
4. Protoplasma streaming ( aliran protoplasma)
5. Electric energi
6. Keluar sebagai panas/energy
Karakteristik pada umumnya
Respirasi terjadi terus menerus pada hampir semua makhluk hidup tetapi respirasi itu
terjadi begitu rendah pada bagian tanaman yang dorman misalnya atau agian yang tidak
aktif misalnya biji dorman. Tetapi kegiatan respirasi akan menjadi sangat besar pada bagian
tanaman yang sedang tumbuh seperti kambium , ujung akar lain batang dan jaringan yang
muda.
Kebalikannya bahwa penyimpanan biji dapat diperpanjang masa hidupnya apabila biji
tersebut disimpan dalam kondisi yang membuat respirasi tersebut diperlambat misalnya
dengan menyimpan dalam suhu rendah dan kadar air yang dikurangi.
Untuk meningkatkan produktifitas hutan mengurangi respirasi yang berlebihan
mungkin lebih bermanfaat dibandingkan hanya meningkatkan fotosintesis saja misalnya
dengan mengurangi cabang-cabang yang terkena penyakit misalnya.
Cara mengukur hasil respirasi
Cara mengukur respirasi dengan mengukur jumlah oksigen yang di ambil dan
produksi karbon dioksidanya. Perubahan berat kering juga dapat dipergunakan untuk
pengukurannya. Model model cara pengukuran respirasi dengan Warburg respirometer,
microrespirometer atau Beckman oxyangen analyzer; orsat- type gas analyzer. faktor-faktor
yang mempengaruhi respirasi
1. Umur dan kondisi fisiologi dan jaringan.
Semua bagian yang aktif dengan kandungan protoplasma yang banyak juga mempunyai
aktifitas respirasi yang lebih tinggi.
Pada ujung akar tingkat respirasi paling tinggi dan menjadi lebih rendah menuju
kepangkal, yang sesuai dengan menurunnya jumlah protoplasma perunit volumenya.
2. Jumlah substrate yang tersedia untuk respirasi . Respirasi biasanya meningkat dengan
meningkatnya jumlah substrate yang tersedia. Tanaman yang sehat mempunyai tingkat
respirasi yang lebih tinggi dibanding tanaman yang pertumbuhannya lambat.
3. Hydariasi. Untuk biji yang kering maka respirasi akan meningkat apabila ada tambahan
air
Universitas Gadjah Mada 57
4. Suhu dan tanah dan udara, Kenaikan suhu diudara akan meningkatkan respirasi dalam
penelitian path pinus kenaikan suhu dan 12 sampai dengan 0°C meningkatkan
respirasi sampai 25 kali. Kenaikan suhu dan 20 — 40 °C secara konsisten memngkatkan
respirasi batang pinus merah
5. Sinar, Pengaruh sinar pada respirasi secara tidak langsung yakni dengan meningkatnya
light intensity akan meningkatkan suhu dan meningkatnya suhu akan meningkatkan
respirasi. Pengaruh sinar terhadap membuka dan meuntupnya stomata juga
berpengaruh terhadap respirasi.
6. Komposisi atmosfer. Bagian luar akan lebih mudah mendapatkan ases oksigen
dibandingkan bagian dalam tanaman, karena itu bagian dalam tanaman sering terjadi
metabolisme anaerobic misalnya sapwood sering kekurangan oksigen.
7. Komposisi gas di dalam tanah. Respirasi dalam akar dan tanah mengakibatkan
berkurangnya oksigen dalam tanah dan meningkatnyajumlah CO
2
dalam tanah.
8. Kadar air tanah. Pengaruhnya terhadap akar; dengan kelebihan kadar air akan
mengakibatkan berkurangnya oksigen dan mengurangi respirasi.
9. Pengaruh dan batang. Kadar air tanah akan mempengaruhi respirasi di batang dengan
mempengaruhi hydariasi. Respirasi daun akan meningkat pada kondisi tanah dibawah
kapasitas lapangnya menuju titik layu. Titik tertinggi respirasi pada daun terjadi pada saat
transpirasi dan fotosintesis terendah.
10. Lukanya dan gangguan mekanis. Luka pada jaringan akan meningkatkan respirasi .
Peningkatan ini sebagai akibat meningkatnya keperluan oksigen dan kemungkinan
keluarnya hormon luka.
11. Bahan-bahan kimia.
Keberadaan bahan-bahan kimia akan meningkatkan respirasi seperti insektisida,
herbisida, pupuk, fungisida, dan zat-zat penghambat.
Bahan-bahan yang menghambat respirasi adalah:
1. Cyanith
2. Azida
3. Fluorida
4. malonate
5. iodoacetat
6. dietyldithiokarbonate
7. karbon monoksida
Displaying 5 of 9 pages, to read the full document please DOWNLOAD.