Contoh Surat Perjanjian Kontrak Usaha Pompa Bensin

Document Details:
  • Uploaded: October, 31st 2014
  • Views: 912 Times
  • Downloads: 2 Times
  • Total Pages: 3 Pages
  • File Format: .doc
  • File size: 22.37 KB
  • Uploader: Unknown
  • Category: Templates > Letters
 add to bookmark | report abuse
SURAT PERJANJIAN KONTRAK USAHA POMPA BENSIN
Pada hari ini tanggal lima bulan dua tahun dua ribu tiga belas (05-02-2013) telah
terjadi perjanjian usaha oleh dan antara:
Nama : Gunawan
Jabatan : Wiraswasta
Alamat : Jl. Cik Di Tiro No. 34 Yogyakarta
No KTP : 127777238772
Bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, selanjutnya disebut sebagai Pihak
Pertama.
Nama : Hartawan
Jabatan : Wiraswasta
Alamat : Jl. Semangka No. 80 Yogyakarta
No KTP : 212767888219
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, selanjutnya disebut
sebagai Pihak Kedua.
Dengan ini, para pihak sepakat untuk saling mengikatkan diri dalam perjanjian
usaha dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
Pasal 1: Penyerahan
Pihak Pertama menyerahkan pelaksanaan seluas-luasnya tentang operasional
sepenuhnya dari pompa bensin termaksud di atas kepada Pihak Kedua, yang
menerima baik penyerahan pelaksanaan operasional itu.
Pasal 2: Kewajiban Pihak Kedua
Tugas dan tanggung jawab Pihak Kedua, antara lain:
a. Untuk menjalankan dengan cermat atas ongkos mereka sendiri, semua peraturan
yang ditetapkan oleh atau dari pihak resmi dan/atau oleh atau dari pihak yang
mempunyai pompa, dengan kewajiban menjamin bahwa Pihak Kedua tentang satu
dan lain hal tidak akan mendapat teguran atau tuntutan.
b. Untuk mengangkat dan membelanjai sendiri pekerja- pekerja dan pegawai-
pegawai yang diperlukan supaya pompa tersebut dapat diusahakan sebaik-baiknya,
pada waktu pompa itu harus melayani publik, juga untuk segala hal yang diperlukan
untuk memberi service yang baik pada publik guna penjualan minyak, barang-
barang lain-lain, dan sebagainya.
Pasal 3: jangKa waktu
Kedua belah pihak sepakat bahwa jangka waktu perjanjian ini adalah 10 (sepuluh)
tahun, terhitung mulai tanggal lima bulan dua tahun dua ribu tiga belas (05-02-
2013) dan berakhir pada tanggal lima bulan dua tahun dua ribu dua puluh tiga (05-
02- 2023).
Pasal 4: Penghentian Perjanjian
Perjanjian ini akan dapat dihentikan oleh Pihak Kedua dengan seketika dan dengan
tidak perlu memperhatikan waktu untuk memberitahukan terlebih dahulu:
a. Jika yang mempunyai pompa tersebut tidak mengizinkan
bahwa operasionalnya pompa itu dikerjakan oleh orang lain daripada pemegang izin
pompa sendiri, atau jika karena sebab apa pun juga yang mempunyai pompa
keberatan bahwa operasional itu dikerjakan oleh Pihak Kedua.
b. Jika Pihak Kedua tidak memenuhi dengan tertib semua kewajiban yang
dibebankan kepadanya berdasarkan perjanjian ini, dan dalam hal itu hanya
terjadinya sesuatu pelanggaran dari kewajiban itu saja akan merupakan bukti cukup
tentang kesalahannya.
Pasal 5: Keuntungan
1. Pihak Pertama berhak mendapatkan keuntungan dari seluruh hasil penjualan
bahan bakar dan semua barang yang dijual di pompa bensin oleh Pihak Kedua.
2. Besarnya keuntungan dari penjualan yang diperoleh oleh Pihak Pertama adalah
10% (sepuluh persen) dari keuntungan bersih.
Pasal 6: Pembayaran
Hak Pihak Pertama harus dibayarkan oleh Pihak Kedua dan diterima oleh Pihak
Pertama selambat-lambatnya pada tanggal 5 setiap bulannya.
Pasal 7: Denda
Segala keterlambatan pembayaran yang disebabkan oleh kelalaian Pihak Kedua
akan dikenai denda sebesar 1% (satu persen) dari jumlah yang seharusnya
dibayarkan pada bulan tersebut dikalikan jumlah hari keterlambatan.
Pasal 8: Kerugian
Segala kerugian akibat pengelolaan pompa bensin tersebut ditanggung oleh Pihak
Kedua sendiri. Pihak Pertama dibebaskan dari ganti rugi akibat kerugian tersebut.
Pasal 9 : Force Majeure
1. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, Pihak Pertama dan Pihak Kedua
sepakat menanggung kerugiannya masing-masing.
2. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan
memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu
bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam,
epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat,
blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau
keterlambatan yang disebabkan oleh keadaan di luar kemampuan manusia.
Pasal 10 : Perselisihan
1. Apabila terjadi perselisihan terkait dengan perjanjian ini, para pihak sepakat
untuk menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat.
2. Apabila penyelesaian dengan cara musyawarah tidak mencapai kata sepakat,
para pihak sepakat untuk menyelesai- kannya melalui jalur hukum.
Pasal 11: domisili
Pihak-pihak memilih tempat kediaman yang tetap dan umum mengenai
pelaksanaan dan segala akibat perjanjian ini, yakni di Kantor Panitera Pengadilan
Negeri di Yogyakarta.
Pasal 12: Penutup
Demikianlah perjanjian ini dibuat dan ditandatangani dalam rangkap 2 (dua)
dengan materai cukup, dibuat dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan tanpa
paksaan dari pihak manapun juga.
Pihak I
Pihak II
Gunawan Hartawan