Sejarah Berdirinya Koperasi di Indonesia

Document Details:
  • Uploaded: July, 2nd 2015
  • Views: 191 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 9 Pages
  • File Format: .docx
  • File size: 343.73 KB
  • Uploader: Muhammad Nur Fajar
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
Sejarah Berdirinya Koperasi di Indonesia
Koperasi pertama kali diperkenalkan oleh seorang berkebangsaan Skotlandia, yang
bernama Robert Owen (1771-1858). Setelah koperasi berkembang dan diterapkan di beberapa
Negara-negara eropa. Koperasi pun mulai masuk dan berkembang di Indonesia.
Di Indonesia koperasi mulai diperkenalkan oleh Patih R.Aria Wiria Atmaja pada tahun
1896, dengan melihat banyaknyak para pegawai negeri yang tersiksa dan menderita akibat bunga
yang terlalu tinggi dari rentenir yang memberikan pinjaman uang. Melihat penderitaan
tersebut Patih R.Aria Wiria Atmaja lalu mendirikan Bank untuk para pegawai negeri, beliau
mengadopsi system serupa dengan yang ada di jerman yakni mendirikan koperasi kredit. Beliau
berniat membantu orang-orang agar tidak lagi berurusan dengan renternir yang pasti akan
memberikan bunga yang tinggi.
seorang asisten residen Belanda bernama De Wolffvan Westerrode, merespon tindakan Patih
R.Aria Wiria, sewaktu mengunjungi Jerman De Wolffvan Westerrode menganjurkan akan
mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan
dan Pertanian.
Setelah itu koperasi mulai cepat berkembang di Indonesia, hal ini juga didorong sifat
orang-orang Indonesia yang cenderung bergotong royong dan kekeluargaan sesuai dengan
prinsip koperasi. Bahkan untuk mengansitipasi perkembangan ekonomi yang berkembang pesat
pemerintahan Hindia-Belanda pada saat itu mengeluarkan peraturan perundangan tentang
perkoperasian. Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No. 43, Tahun 1915, lalu
pada tahun 1927 dikeluarkan pula Peraturan No. 91, Tahun 1927, yang isinya seperti berikut :
- Hanya membayar 3 gulden untuk materai
- Bisa menggunakan bahasa derah
- Hukum dagang sesuai daerah masing-masing
- Perizinan bisa di daerah setempat
Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia-Belanda menetapkan Peraturan Umum
Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No. 21, Tahun 1933. Peraturan tahun 1933 itu, hanya
diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum Barat, sedangkan Peraturan
tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra.
Setelah pemerintahan Hindia-belanda menunjukkan sikap diskriminasi dalam peraturan yang
dibuatnya. Pada tahun 1908 Dr. Sutomo yang merupakan pendiri dari Boedi Utomo memberikan
perananya bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kondisi kehidupan rakyat.
Serikat Dagang Islam (SDI) 1927, Dibentuk bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan
ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional
Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.
Setelah jepang berhasil menguasai sebagian besar daerah asia, termasuk Indonesia, sistem
pemerintahanpun berpindah tangan dari pemerintahan Hindia-Belanda ke pemerintahan Jepang.
Jepang lalu mendirikan koperasikumiyai, namun hal ini hanya dimanfaatkan Jepang untuk
mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, pada
tanggal 12 juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi I di
Tasikmalaya. Kongres I menghasilkan beberapa keputusan yaitu :
1. Menetapkan tanggal 12 Juli sebagai hari Koperasi
2. Mendirikan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI)
3. Menetapkan gotong royong sebagai asas Koperasi
Akibat tekanan dari berbagai pihak, keputusan Kongres Koperasi I belum dapat dilaksanakan
dengan sebagaimana mestinya. Namun pada tanggal 12 Juli 1953 diadakanlah Kongres Koperasi
II di Bandung antara lain mengambil keputusan sebagai berikut:
1. Membentuk Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) sebagai pengganti (SOKRI)
2. Menetapkan pendidikan Koperasi sebagai salah satu pelajaran di sekolah
3. Mengangkat Bpk. Moh. Hatta sebagai bapak Koperasi Indonesia
4. Segera akan di buat UU kkoperasi yang baru
Lalu kita mengenal Moh. Hatta sebagai bapak koperasi. Beliau mengusulkan didirikannya 3
macam koperasi :
1. Pertama, adalah koperasi konsumsi yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan
pegawai.
2. Kedua, adalah koperasi produksi yang merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak
atau nelayan).
3. Ketiga, adalah koperasi kredit yang melayani pedagang kecil dan pengusaha kecil guna
memenuhi kebutuhan modal.
Bung Hatta mengatakan bahwa tujuan koperasi yang sebenarnya bukan mencari laba atau
keuntungan, namun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bersama anggota koperasi.
Rangkuman Koperasi Indonesia
Rangkuman Ekonomi Koperasi
Pengertian Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang berlandaskan
pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Kegiatan usaha koperasi merupakan penjabaran
dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Dengan adanya penjelasan UUD 1945 Pasal 33 ayat (1)
koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak
terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional.
Sebagai salah satu pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha
menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Karena
sumber daya ekonomi tersebut terbatas, dan dalam mengembangkan koperasi harus
mengutamakan kepentingan anggota, maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin
dan mengikuti prinsipprinsip koperasi dan kaidah-kaidah ekonomi.
Sejarah Koperasi Di Indonesia
Pada tahun 1896 seorang pamong praja Patih Aria Wiria Atmaja mendirikan sebuah bank untuk
para pegawai negeri di purwokerto.
Ia terdorong keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat
oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi.
Maksud patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit seperti di jerman.
Cita-cita tersebut diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen belanda.
Ia menganjurkan mengubah bank pertolongan tabungan yang sudah ada menjadi bank
pertolongan, tabungan, dan pertanian.
Pada tahun 1942 ketika Jepang masuk ke Indonesia, koperai tidak bisa berkembang dengan baik.
Bahkan oleh pemerintah Jepang koperasi digunakan untuk mengeruk kekayaan guna kepentingan
pemerintah Jepang. Oleh pemerintah pendudukan Jepang, nama koperasi diganti menjadi
Kumiai. Kondisi perkoperasian akhirnya bukan bertambah baik malah bertambah buruk.
Setelah Indonesia merdeka, koperasi mulai dibenahi oleh bangsa Indonesia sendiri yang
mencintai gerakan koperasi ini. Tokoh koperasi yang dikenal sebagai “Bapak Koperasi
Indonesia” adalah Mohammad Hatta. Perkoperasian di Indonesia terus berkembang, sampai pada
tahun 1992 dibentuklah UU Koperasi yang baru. UU tersebut yaitu Undang-Undang Koperasi
No. 25 Tahun 1992. Hal ini disebabkan adanya perubahan dan perkembangan perekonomian
dunia yang begitu cepat sehingga mempengaruhi keadaan di Indonesia ( disahkan tanggal 21
Oktober 1992).
Lambang Koperasi Indonesia
Koperasi Indonesia memiliki lambang pohon beringin yang diatasnya terdapat bintang dan
perisai. Di sekelilingnya berbentuk lingkaran dengan gambar rantai, roda gigi, serta padi dan
kapas. Selain itu juga terdapat timbangan yang terletak di atas pohon beringin. Berikut adalah
arti dari lambang koperasi tersebut.
Pohon beringin dan akarnya menggambarkan koperasi bersifat sosial yang kokoh berakar
dan mempunyai landasan yang kuat dalam masyarakat.
Bintang dan perisai menggambarkan Pancasila yang menjadi landasan idiil koperasi
Indonesia.
Timbangan menggambarkan keadilan sosial sebagai salah satu dasar koperasi.
Rantai menggambarkan kesatuan dan persatuan yang kokoh.
Padi dan Kapas menggambarkan kesejahteraan/kemakmuran yang diusahakan dan harus
dicapai oleh setiap anggota koperasi.
Roda Gigi menggambarkan karya dan usaha yang terus-menerus.
Tulisan koperasi Indonesia berarti lambang kepribadian koperasi Indonesia.
Warna dasar merah putih menggambarkan sifat nasional koperasi Indonesia
Konsep Koperasi
Konsep koperasi barat.
Yaitu merupakan organisasi ekonomi, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang
mempunyai kesamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya
serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.
Konsep koperasi sosialis
Yaitu koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan
merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.
Konsep koperasi Negara berkembang
Yaitu koperasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan
pemerintah dalam pembionaan dan pengembangannya.
Prinsip Koperasi
Menurut UU no. 25 tahun 1992 pasal 5 disebutkan prinsip koperasi, yaitu:
Displaying 5 of 9 pages, to read the full document please DOWNLOAD.
Tags: