Tugas Mata Kuliah Metodologi Ilmu Politik Pendekatan Dalam Ilmu Politik

Document Details:
  • Uploaded: June, 3rd 2015
  • Views: 182 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 2 Pages
  • File Format: .docx
  • File size: 32.28 KB
  • Uploader: amanda
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
Tugas Mata Kuliah Metodologi Ilmu Politik - Pendekatan dalam Ilmu Politik
Berdasarkan periode kelahirannya, maka ilmu politik dapat dibagi ke dalam tiga
pendekatan, yaitu:
Tradisional Behavioral Postbehavioral
Mencampur adukan fakta
dengan nilai (spekulatif)
Memisahkan fakta dengan
nilai
Fakta dan nilai bergantung
pada tindakan serta
relevansi keduanya
Preskritif dan normative Nonpreskriptif, obyektif
dan empiris
Bersifat kemanusiaan
serta berorientasi
masalah; normative
Kualitatif Kuantitatif Kualitatif dan kuantitatif
Memperhatikan
keteraturan dan tidak
keteraturan
Memperhatikan
keseragaman dan
keteraturan
Memperhatikan
keteraturan dan tidak
keteraturan
Etnosentris: focus
utamanya pada Negara
demokrasi barat (AS dan
Eropa)
Etnosentris: focus utama
pada model anglo amerika
Focus pada dunia ketiga
Deskriptif, parokial, dan
Negara sentris.
Abstrak, konservatif
secara ideologis, dan
Negara-sentris
Teoritis, radikal, dan
berorientasi perubahan
Focus utama pada struktur
politik yang formal
( konstitusi dan
pemerintah)
Focus utama pada struktur
serta fungsi kelompok-
kelompok formal dan
informal
Focus pada kelompok
kelas dan kon*ik
antarkelompok
Historis dan ahistoris Ahistoris Holistic
Adapun beberapa pendekatan lain menurut David E. Apter ada 6, adapun dua
diantaranya sudah disebutkan dalam penjelasan mata kuliah pada minggu ke 4 lalu
yaitu pendekatan institusional dan pendekatan behavioral, sedangkan 4 pendekatan
lainya meliputi:
1. Filsafat politik
Filsafat politik merupakan pendekatan ilmu politik yang bersifat abstrak, hal ini
dikarenakan pembicaraan lebih menekankan pada sisi 0loso0s dari kegiatan politik
itu sendiri. Adapun yang dikaji dalam pendekatan ini berupa asal muasal
terbentuknya Negara, termasuk didalamnya meliputi tujuan Negara, actor yang
pantas memerintah, letak atau posisi ideal dari penguasa dan yang dikuasai, dan
juga membahas nmengenai moral politik. Dalam pendekatan 0lsafat politik dikenal
empat tradisi besar yaitu tradisi klasik, pertengahan, pencerahan, dan radikal.
2. Pendekatan Plural
Pendekatan plural memandang bahwa masyarakat terdiri atas beraneka ragam
kelompok, oleh karena itu pendekatan ini lebih condong mengkaji interaksi dari dan
antar kelompok yang beraneka ragam tersebut.
Beberapa tokoh yang pernah menggunakan pendekatan ini antara lain, C. Wright
Mills pada tahun 1961 menyatakan bahwa interaksi kekuasaan antar kelompok
tersusun secara piramidal. Kemudian Robert A. Dahl sebaliknya, pada tahun 1963
menyatakan bahwa kekuasaan antar kelompok relatif tersebar, bukan piramidal.
Peneliti lain, yaitu Floyd Huter menyatakan bahwa karakteristik hubungan antar
kelompok bercorak top-down (mirip seperti Mills).
3. Pendekatan Struktural
Pendekatan struktural lebih menekankan pada anggapan mengenai pentingnya
peranan struktur-struktur yang ada dalam masyarakat sebagai penentu dari
berjalanya fungsi-fungsi yang ada dalam sebuah Negara dan bukan dari mereka
yang duduk dikursi lembaga perpolitikan. Contoh penerapan pendekatan
strukturalis sendiri antara lain,terjadi padazaman kekuasaan Mataram dimana
jabatan raja dan bawahan dipegang oleh pribumi,namun, struktur masyarakat saat
itu tersusun secara piramidal yaitu Belanda dan Eropa di posisi tertinggi, kaum
asing lain (Cina, Arab, India) di posisi tengah, sementara bangsa pribumi di posisi
bawah. Dengan demikian, meskipun kerajaan secara formal diduduki pribumi, tetapi
kekuasaan dipegang oleh struktur teratas, yaitu Belanda (Eropa).
Sedangkan contoh lain dari strukturalisme adalah kerajaa Inggris. Dalam analisa
Marx, kekuasaan yang sesungguhnya di Inggris bukan dipegang oleh ratu atau
kaum bangsawasan, melainkan kaum kapitalis yang 'mendadak' kaya akibat
revolusi industri. Kelas kapitalis inilah (yang menguasai perekonomian negara)
sebagai struktur masyarakat yang benar-benar menguasai negara. Negara, bagi
Marx, hanya alat dari struktur kelas ini.
4. Pendekatan Developmental
Pendekatan ini mulai populer saat muncul negara-negara baru pasca perang dunia
II. Pendekatan ini menekankan pada aspek pembangunan ekonomi serta politik
yang dilakukan oleh negara-negara baru tersebut. Karya klasik pendekatan ini
diwakili oleh Daniel Lerner melalui kajiannya di sebuah desa di Turki pada tahun
1958. Menurut Lerner, mobilitas sosial (urbanisasi, literasi, terpaan media,
partisipasi politik) mendorong pada terciptanya demokrasi.
Tags: