Essay Kimia Peran Ilmu Kimia Dalam Penerapan Ilmu Geografi

Document Details:
  • Uploaded: May, 26th 2015
  • Views: 815 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 2 Pages
  • File Format: .docx
  • File size: 49.09 KB
  • Uploader: amanda
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
Essay Kimia - Peran Ilmu Kimia dalam Penerapan Ilmu
Geograf
Disusun Oleh :
-
FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013
PERAN ILMU KIMIA DALAM PENERAPAN ILMU GEOGRAFI
Jika dilihat sekilas, ilmu Kimia dan Geogra merupakan dua cabang ilmu
yang sangat berbeda dan tak memiliki kaitan yang cukup serius. Kimia
merupakan ilmu yang mempelajari tentang materi, termasuk di dalamnya atom,
senyawa dan molekul serta energi yang menyertainya. Sedangkan Geogra
menurut IGI (Ikatan Geogra Indonesia) adalah suatu ilmu yang memepelajari
tentang perbedaan dan persamaan fenomena geosfer dari sudut pandang
kelingkungan atau kewilayahan dalam konteks keruangan. Keterkaitan tersebut
semakin jauh manakala di bangku pendidikan sekolah dasar hingga menengah
atas, ilmu Kimia dan Geogra digolongkan ke dalam dua cabang ilmu yang
berbeda, dimana Kimia digolongkan ke dalam ilmu sains dan Geogra
digolongkan ke dalam imu sosial. Di bangku kuliah, khususnya pada program
studi Geogra dan Ilmu Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, peran Ilmu Kimia
dalam penerapan ilmu Geogra tampak jelas adanya.
Kimia merupakan mata kuliah yang wajib diambil oleh mahasiswa Geogra
dan Ilmu Lingkungan, hal ini dikarenakan Kimia menjadi bekal bagi mahasiswa
Geogra dan Ilmu Lingkungan dalam menghadapi beberapa persoalan georas
yang dipelajari, khususnya pada persoalan geogra sik. Pada geogra sik,
terdapat bahasan mengenai empat fenomena geosfer, yakni hidrosfer (air),
pedosfer (tanah), atmosfer (udara), dan biosfer (hewan dan tumbuhan).
Keempat unsur geosfer sik ini membutuhkan ilmu Kimia untuk melakukan
percobaan dalam membuktikan hipotesis sebelum menarik sebuah kesimpulan.
Salah satu contoh pada cabang ilmu hidrosfer adalah hidrologi dimana
didalanya terdapat mata kuliah Kualitas Air. Kualitas air memiliki parameter
berupa sifat sik, biologi, dan kimia air. Sifat sik berupa sifat-sifat yang dapat
dilihat secara kasat mata. Sifat biologi dapat diketahui melalui adanya plankton,
alga, serta tanaman air. Sifat kimia memiliki parameter antara lain berupa besar
pH. asiditas, potensi red-oks, oksigen terlarut, alkalinitas, kesadahan, dan bahan
organik. Parameter pH merupakan hal yang dipelajari dalam ilmu Kimia sebagai
hubungannya dengan sifat asam basa, begitu pula potensi redoks (reduksi-
oksidasi) yang menjadi bahasan tersendiri dalam Kimia. Jika memahami ilmu
Kimia dalam kaitannya tentang pH (asam-basa), maka mahasiswa Gepgra dan
Ilmu Lingkungan dapat terbantu dalam menentukan kualitas air.
Tidak hanya itu, dalam mata kuliah Ilmu Tanah dipelajari pula mengenai
sifat kimia tanah dengan parameter besar pH secara aktual maupun potensial.
Cara mengetahui pH aktual melalui penambahan air pada tanah kemudian
dicelupkan pH stik, pH potensial diketahui melalui penambahan KCl kemudian
dicelupkan pH stik. Setelah mengetahui besar pH tanah maka dapat diketahui
sifat kimia tanah tersebut kemudian dikombinasikan dengan sifat sika dan
biologis tanah maka dapat diketahui sifat tanah sehingga akan lebih mudah
dalam mengelolanya.
lmu Kiimia sangat membantu seorang Geograf dalam memberi solusi
mengenai kondisi lingkungan disekitarnya, karena setiap komponen dalam
lingkungan tersusun atas materi. Hal ini merupakan contoh bahwa ilmu
pengetahuan antara yang satu dengan yang lain tidak dapat terpisahkan dan
saling membutuhkan. Maka dari itu, alangkah lebih baik bagi kita untuk tidak
hanya belajar ilmu yang menjadi konsentrasi kita saat ini.
353454_Naisa ‘Aqila