Tugas Mata Kuliah Arkeologi Arsitektur Memahami Aspek Aspek Arsitektur Pada Candi Sewu

Document Details:
  • Uploaded: May, 19th 2015
  • Views: 201 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 4 Pages
  • File Format: .doc
  • File size: 560.43 KB
  • Uploader: amanda
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
Tugas Mata Kuliah Arkeologi Arsitektur - Memahami Aspek-Aspek Arsitektur pada Candi
Sewu
Oleh :
-
A. Deskripsi
Candi Sewu merupakan salah satu tinggalan arkeologis dari masa klasik yang berlatar
keagamaan Agama Budha. Berdasarkan prasasti yang ditemukan di dekat salah satu candi
perwaranya, diketahui bangunan ini telah dibangun jauh sebelum abad ke-8. Komposisi
elemen bangunan arsitektur yang dapat diamati pada Candi Sewu setidaknya terdapat
empat yaitu: simetris, proporsional, skala, dan bentuk.
B. Aspek #1 Simetris
Simetris merupakan salah satu bentuk keseimbangan yang telah dikenal dan disukai
oleh manusia sejak dahulu. Keseimbangan menghasilkan kenyamanan estetika secara
visual ketika mata menemukan daya tarik yang sama pada separuh bagian kiri dan
separuh bagian kanan. Suatu benda dikatakan simetris ketika pengaturannya seimbang
terhadap garis tengah sumbu/axis. Setiap elemen pada kiri sumbu diulang kembali sama
persis pada kanan sumbu
(1
.
Bangunan induk dari Candi
Sewu maupun Situs Candi Sewu
secara keseluruhan mencerminkan
aspek simetris (tampak depan).
Pada sisi kiri sumbu axis terdapat
separuh atap stupa bilik utama
dengan stupa-stupa kecil dan relung,
separuh bangunan bilik selatan, dan
satu bangunan bilik barat. Begitu
pula pada sisi kanan sumbu axis.
Pada halaman depan candi induk
juga
Candi Sweu tampak dari Selatan diunduh dari
www.wikipedia.co.di pada Maret 2014
1) http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/estetika/Bab_5.pdf diunduh pada Maret 2014
terdapat runtuhan yang pada mulanya merupakan candi-candi perwara dan stupa, serta
sepasang dwarakala. Semua elemen itu ditampilkan seimbang atau bahkan sama antara
sisi kiri dan kanan sumbu axis.
C. Aspek #2 Proporsi
Proporsi berkaitan dengan hubungan ukuran bagian-bagian dengan ukuran
keseluruhan atau dapat juga diartikan sebagai perbandingan. Sistem proporsi yang paling
populer adalah Golden Section, dimana suatu persegi empat kecil disusun sedemikian
rupa dengan persegi empat berukuran kelipatan dari persegi empat tadi sehingga
perbandingan tersebut menghasilkan suatu keseimbangan bentuk. Proporsi juga telah
sejak lama dikenal oleh manusia, karena konsep proporsional didapat dari tubuh manusia
sendiri.
Menurut sejarah pembangunan, Candi Sewu telah mengalami perombakan dari
bangunan awal. Akan tetapi, oleh karena bentuk awal tersebut belum diketahui, maka
hanya proporsi bentuk terkini candi saja yang dapat diamati. Hasil pengukuran yang telah
dilakukan oleh Pascal Lordereau terhadap candi perwaranya menjadi bukti bahwa
terdapat proporsi-proporsi tertentu yang diterapkan pada Candi Sewu. Dua proporsi yang
telah ditemukan yaitu berupa pecahan 17 : 12 dan 12 : 7. Satuan ukuran yang ditemukan
adalah 348,3 mm yang dinamakan “hasta”
2)
. Namun, dengan rasio tersebut besaran angka
yang dihasilkan adalah 1,4142 dan 1,732 yang berarti tidak sama dengan Golden Ratio
yaitu 1,618.
Foto udara Candi Sewu, diunduh dari http://longtripp.blogspot.com/2011/10/candi-sewu.html
diunduh pada Maret 2014
2) Dumarcay, Jacques. 1981. Candi Sewu dan Arsitektur Bangnan Agama Budha di Jawa Tengah. Lampiran. Jakarta Selatan: Pusat Penelitian Arkeologi
Nasional.
Denah bangunan induk Candi Sewu juga
memiliki konsep proporsi yang serupa
dengan konsep proporsi kuil Budha di India,
yang disebut mandala. Vastupurusa mandala
candi Budha pada umumnya ialah sebagai
berikut:
D. Aspek #3 Skala
Skala adalah hubungan antara ukuran bangunan serta komponen-komponennya
dengan manusia yang menggunakannya. Pada umumnya perbandingan skala tersebut
disesuaikan dengan fungsi dan kesan yang ingin ditampilkan dari suatu bangunan.
Skala bangunan Candi Sewu sangatlah besar bila dibandingkan dengan ukuran
manusia. Hal tersebut dapat dilihat dari pintunya yang dibuat untuk dimasuki satu orang
saja. Ukuran bangunan Candi Sewu dibuat sedemikian besarnya untuk mendapatkan
kesan kebesaran, kemegahan atau keagungan.
E. Aspek #4 Bentuk
Seperti candi-candi pada umumnya, Candi Sewu dominan memiliki bentuk dasar
geometris yang dinilai ideal untuk menggambarkan alam surgawi. Secara keseluruhan
bangunan induk Candi Sewu menggambarkan siluet kesan bentuk geometrik segitiga.
Bentuk segitiga tersebut secara filosofis mengacu pada konsep bentuk gunung. Empat
Bentuk Dasar Mandala & Transformasinya, diunduh dari
http://yoedana.wordpress.com/2011/08/11/mandala-interpretasi-pondasi-
sebuah-candi/ pada Maret 2014
Foto dari lampiran denah Candi Induk Candi
Sewu pada buku “Candi Sewu dan
Arsitektur Bangunan Agama Budha di Jawa
Tengah”
Siluet segitiga Candi Sewu, diambil dari
http://centre-chinese-diaspora-
studies.blogspot.com/2010/03/diskusi-bulanan-ke-8.html
diunduh Maret 2014
pucuk stupa yang mengelilingi satu stupa besar merupakan manifestasi Gunung suci
Meru, tempat tinggal para dewa.
Bentuk geometri lingkaran dan persegi
juga didapatkan pada Candi Sewu. Lingkaran
dipandang mewakili ‘roda dharma’ yang terus
berputar dalam kehidupan. Persegi
melambangkan sesuatu yang nyata, statis dan
konkret. Nyata dan konkret dalam hal ini
diartikan sebagai lawan dari fana dimana
keadaan setelah lepas dari dunia fana menjadi
statis atau tetap. Penggambungan kedua
bentuk geometris tersebut (lingkaran dan
persegi) melambangkan kesatuan dari dunia dan surga
F. Referensi
Dumarcay, Jacques. 1981. Candi Sewu dan Arsitektur Bangnan Agama Budha di Jawa
Tengah. Jakarta Selatan: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.
Pustaka online:
“Prinsip desain sebagai elemen komposisi bentuk”
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/estetika/Bab_5.pdf diunduh pada
Maret 2014.
http://yoedana.wordpress.com/2011/08/11/mandala-interpretasi-pondasi-sebuah-candi/
diunduh pada Maret 2014.
http://centre-chinese-diaspora-studies.blogspot.com/2010/03/diskusi-bulanan-ke-8.html
diunduh Maret 2014.
h ttp://longtripp.blogspot.com/2011/10/candi-sewu.html diunduh pada Maret 2014.
Tata ruang dan massa Candi Sewu diambil dari
http://centre-chinese-diaspora-
studies.blogspot.com/2010/03/diskusi-bulanan-
ke-8.html diunduh Maret 2014
Tags: