Makalah Analisis Isi Posisi Pemberitaan Kompas Terkait Penangkapan Irjen Pol Djoko Susilo Dalam Kasus Korupsi Pengadaan Simulator SIM

Document Details:
  • Uploaded: May, 2nd 2015
  • Views: 180 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 31 Pages
  • File Format: .doc
  • File size: 677.47 KB
  • Uploader: amanda
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
Analisis Isi Posisi Pemberitaan Kompas terkait Penangkapan Irjen Pol.
Djoko susilo dalam Kasus Korupsi Pengadaan Simulator SIM
Disusun oleh:
-
BAB I
PENDAHULUAN
 Latar belakang
Korupsi kini menjadi kata yang terus menghiasi berbagai media di Indonesia. Hampir
sebagian besar dari pejabat-pejabat tinggi negara terjerumus dalam lubang kelam korupsi.
Upaya pemberantasan korupsi telah dimulai dengan membentuk sebuah lembaga yang khusus
menangani korupsi yaitu KPK namun belum mampu menghentikan laju korupsi yang
terlanjur mengakar. Menurut Indonesian Corruption Watch (ICW) indeks korupsi di
Indonesia pada tahun 2011 mencapai angka 3,0 meningkat 0,2 dari tahun sebelumnya
1
. Ini
membuat masyarakat menjadi bertanya-tanya, sejauh manakeseriusan pemerintah dan seluruh
elemen bangsa dalam memberantas korupsi.
Bak penyakit menular, korupsi menyerang hampir segala lapisan masyarakat
Indonesia. Institusi yang mengemban tugas sebagai pencipta keamanan masyarakat serta
penegak hukum, yakni kepolisian pun tidak luput dari serangan penyakit moral ini. Pada Juni
2011, KPK kembali menetapkan seorang tersangka kasus tindak pidana korupsi dan tindak
pidana pencucian uang, yakni Irjen Pol Djoko Susilo. Ia adalah seorang mantan Direktur Lalu
Lintas Polri dan pernah menjabat sebagai Gubernur Akademi Polisi. KPK menduga bahwa ia
telah me-mark up biaya pengadaan simulator SIM untuk memperkaya dirinya sendiri
2
. Saat
ini KPK telah melakukan penyitaan gunung harta yang ditimbun dari hasil korupsi Djoko
Susilo tersebut.
Sebuah ironi memang, di lembaga penegak hukum pun masih ada saja oknum yang
melanggar hukum. Hal ini tentu saja menarik bagi media massa untuk diangkat. Kemudian,
bagi peneliti menjadi menarik untuk melihat sejauh mana posisi pemberitaan media dalam
kasus ini.
1.2. Rumusan masalah
Sesuai dengan latar belakang di atas dan juga untuk mempermudah penelitian yang akan
dilakukan. Maka rumusan masalah yang akan dijawab sebagai berikut:
1. Bagaimana profil isi Kompas dalam memberitakan penangkapan Djoko Susilo dalam
kasus korupsi pengedaan simulator SIM?
2. Bagaimana intensitas Kompas memberitakan penangkapan Djoko Susilo kasus
korupsi pengadaan simulator SIM?
        
 !"####
   $
%&''()'
* ! " +$!$ +##
###&#'#'##'#   
3. Bagaimana posisi surat kabar Kompas memberitakan penangkapan Djoko Susilo
kasus korupsi pengadaan simulator SIM?
1.3. Tujuan penelitian
Sesuai dengan rmusan masalah yang telah dibuat maka tujuan dari penelitian ini:
1. Untuk memberikan deskripsi profil isi berita Kompas dalam memberitakan
penangkapan Djoko Susilo kasus pengaadaan simulator SIM
2. Untuk mengetahui intensitas pemberitaan Kompas dalam memberitakan penangkapan
Djoko Susilo kasus korupsi pengadaan simulator SIM.
3. Untuk mengetahui posisi surat kabar Kompas dalam memberitakan penagkapan Irjen.
Pol. Djoko Susilo terkait kasus korupsi pengadaan simulator SIM.
BAB II
KERANGKA TEORI
 Teori media
Menurut Marx media adalah tempat dimana pertarungan ideologi terjadi. Sedangkan
tataran prakteknya media memiliki makna yang berbeda yakni sebagai ruang di mana
ideologi dipertarungkan untuk mendapat tempat dalam benak khalayak. Dapat diartikan juga
media tidak hanya sekedar sebuah saluran komunikasi akan tetapi juga sebagai sebuah
institusi yang telah menjadi bagian dari masyarakat dengan pertarungan ideologi di
dalamnya.
Pada perkembangannya media kini lebih berorientasi pada pembentukan opini publik
dibanding dengan mengembangkan ruang publik. Sehingga semakin sempit ruang bagi
masyarakat untuk betukar informasi, ide, atau bahkan berdebat. Dengan kata lain jika suatu
media telah dikuasai oleh satu aktor maka dialah yang mampu menhegemoni masyarakat
demi kepentingannya
3
.
Lebih lanjut, berkaitan dengan penelitian ini peneliti akan terfokus pada media yang
khusus ditujukan kepada publik atau dapat didefinisikan sebagai media massa. Pengertian
media massa atau pers dalam UU 40 tahun 1999 adalah lembaga sosial dan wahana
komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh,
memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi. Informasi tersebut disajikan
dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam
bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran
yang tersedia
4
.
Dari beberapa konsep mengenai media dan media massa dapat dikatakan bahwa
setiap media atau media massa selalu memiliki kepentingan tertentu. Kepentingan tersebut
disampaikan lewat komunikasi massa yang diberikan kepada publik atau masyarakat. Dalam
hal ini komunikasi massa dapat disajikan dapat disampaikan ke dalam berbagai bentuk.
Diantara lain yakni, surat kabar, gambar, artikel, pidato,dll.
Salah satu unsur penting dalam media massa adalah komunikasi massa. Menurut
Michael W. Gamble dan Teri Kwal Gamble (1986) komunikasi massa mencakup hal-hal
sebagai berikut:
5
,&(-*.'&
"
/00"$$$
1
2!(3'45(
1. Komunikator dalam komunikasi massa menyampaikan pesannya lewat media modern
seperti surat kabar, majalah, televisi, film, atau gabungan dari beberapa media
tersebut.
2. Komunikator dalam komunikasi massa dalam menyebarkan pesan-pesannya pada
orang-orang tidak saling mengenal atau tidak mengetahui sama lain.
3. Pesan dapat diterima atau didapatkan oleh banyak orang.
4. Komunikator massa biasanya organisasi formal seperti jaringan, ikatan, perkumpulan
atau dapat dikatakan dari lembaga yang biaanya berorientasi pada keuntungan
5. Komunikasi massa dikontrol oleh gatekeeper (penapis informasi), artinya pesan yang
disampaikan oleh sejumlah individu (seperti: reporter, lembaga sensor, penjaga
rubrik, dan editor)
6. Umpan balik dalam komunikasi massa sifatnya tertunda.
Dari konsep komunikasi massa tersebut terdapat beberapa unsur penting yakni, dilakukan
oleh organisasi formal, ditujukan bagi banyak orang, disampaikan lewat media massa, dan
dikontrol oleh gatekeeper, memiliki orientasi tertentu.
Yang dimaksud memiliki orientasi tertentu disini bahwa komunikasi massa
disampaikan dengan tujuan tertentu. Menurut Alexis S Tan. Ada empat ada empat tujuan dari
komunikasi massa; Pertama, untuk memberikan informasi, yang dimaksudkan disini
memberikan informasi yang terkandung dalam suatu berita,memaparkan mengenai apa yang
penting untuk disampaikan khalayak umum, memberikan pengetahuan yang up to date bagi
khalayak umum. Fungsi yang kedua, adalah mendidik, yang dimaksudkan dalam artian
mendidik, dalam hal komunikasi massa tersebut diharapkan dapat memperoleh suatu
pengalaman baru dan wacana yang lebih luas, sehingga suatu komunikasi massa dijadikan
suatu pembelajaran baru. Fungsi ketiga, mempersuasi artiannya diharapkan suatu komunikasi
assa dapat diterima oleh masyarakat secara umum, berdasarkan nilai-nilai yang sesuai dalam
masyarakat. dan fungsi yang terakhir adalah menyenangkan,memuaskan kebutuhan
komunikan, esensi dari komunikasi massa adalah jika komunikasi tersebut dapat diserap
Displaying 5 of 31 pages, to read the full document please DOWNLOAD.
Tags: