Analisis Butir Soal

Document Details:
  • Uploaded: April, 24th 2015
  • Views: 150 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 21 Pages
  • File Format: .docx
  • File size: 596.92 KB
  • Uploader: Handoko
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
ANALISIS BUTIR SOAL
Analisis butir soal merupakan suatu tahap yang harus ditempuh untuk mengetahui derajat
kualitas suatu tes,baik tes secara keseluruhan maupun butir soal yang menjadi bagian dari tes
tersebut (arifin.2012:311).
Manfaat dari analisi butir soal:
1. Untuk mengetahui apakah butir-butir soal yang disusun sudah berfungsi sesuai dengan apa
yang dikehendaki oleh penyusun soal.
2. Sebagai umpan balik bagi siswa untuk mengetahui kemampuan mereka dalam menguasai
suatu materi.
3. Sebagai umpan balik bagi guru untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami siswa
dalam memahami materi.
4. Sebagai acuan untuk merevisi atau memperbaiki soal
5. Untuk memperbaiki kemampuan guru dalam menulis soal (nasoetion,2007:5.18-5.19).
Hal-Hal yang perlu dianalisis yaitu:
1. VALIDITAS
Validitas suatu tes erat kaitannya dengan tujuan penggunaan tes tersebut. Namun demikian,
tidak ada validitas yang berlaku secara umum. Artinya, jika suatu tes dapat memberikan
informasi yang sesuai dan dapat digunakan untuk mencapai tujuan tertentu, maka tes itu
valid untuk tujuan tersebut.
Ada dua unsur penting dalam validitas yaitu:
1. Validitas menunjukkan suatu derajat, ada yang sempurna, ada yang sedang, dan ada pula
yang rendah.,
2. Validitas selalu dihubungkan dengan suatu putusan atau tujuan yang spesifik
Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi validitas hasil tes:
1. Faktor instrumen evaluasi
Berkaitan dengan prosedur penyusunan instrumen, seperti silabus, kisi-kisi soal, petunjuk
mengerjakan soal dan pengisian lembar jawaban, kunci jawaban, penggunaan kalimat
efektif, bentuk alternatif jawaban, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan sebagainya.
2. Faktor administrasi evaluasi dan penskoran
Berkaitan dengan alokasi waktu untuk pengerjaan soal yang tidak proporsional,
memberikan bantuan kepada peserta didik dengan berbagai cara, peserta didik saling
menyontek ketika ujian, kesalahan penskoran, termasuk kondisi fisik dan psikis peserta
didik yang kurang menguntungkan.
3. Faktor jawaban dari peserta didik
Faktor ini meliputi kecenderungan peserta didik untuk menjawab secara cepat tetapi tidak
tepat, keinginan melakukan coba-coba, dan penggunaan gaya bahasa tertentu dalam
menjawab soal bentuk uraian.
Macam-Macam Validitas secara umum:
1. Validitas permukaan
Validitas ini menggunakan kriteria yang sangat sederhana, karena hanya melihat dari sisi
muka atau tampang dari instrumen itu sendiri. Artinya, jika suatu tes secara sepintas telah
dianggap baik untuk mengungkap fenomena yang akan diukur, maka tes tersebut sudah
dapat dikatakan memenuhi syarat validitas permukaan, sehingga tidak perlu lagi adanya
judgement yang mendalam.
2. Validitas isi /kurikuler
Validitas isi mengacu pada seberapa banyak materi tes tersebut dapat mengukur
keseluruhan bahan atau materi yang telah diajarkan.
Validitas isi sering digunakan dalam pengukuran hasil belajar. Tujuan utamanya adalah
untuk mengetahui hingga mana peserta didik menguasai rnateri pelajaran yang telah
disampaikan, dan perubahan-perubahan psikologis apa yang timbul pada diri peserta didik
tersebut setelah mengalami proses pembelajaran tertentu.Validitas kurikuler berkenaan
dengan pertanyaan apakah materi tes relevan dengan kurikulum yang sudah ditentukan.
Validitas kurikuler ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain: mencocokkan
materi tes dengan silabus dan kisi-kisi, melakukan diskusi dengan sesama pendidik, atau
mencermati kembali substansi dari konsep yang akan diukur (arifin.2012:314-315).
Tinggi rendahnya validitas isi suatu tes dapat dilihat dari kisi-kisi atau perencanaan tes
yang dibuat.suatu tes dikatakan memiliki validitas isi tinggi jika dalam kisi-kisi yang
dibuat termuat sampel materi yang mewakili seluruh pokok bahasan atau sub-pokok
bahasan yang telah diajarkan.semakin banyak sampel materi yang akan diukur sehingga
mewakil seluruh materi yang telah diajarkan,maka semakin tinggi pula validitas isi tes
tersebut (nasoetion dkk,2007:5.7).
3. Validitas empiris/validitas yang dihubungkan dengan kriteria (criterion-related validity)
Validitas ini biasanya menggunakan teknik statistik, yaitu analisis korelasi. Hal ini
disebabkan validitas empiris mencari hubungan antara skor tes dengan suatu kriteria
tertentu yang merupakan suatu tolok ukur di luar tes yang bersangkutan. Namun, kriteria
itu harus relevan dengan apa yang akan diukur. Ada tiga macam validitas empiris, yaitu:
a. Validitas prediktif (predictive validity) bermaksud melihat hinggamana suatu tes
dapat memprakirakan perilaku peserta didik pada masa yang akan datang.
b. Validitas kongkuren (concurrent validity) jika kriteria standarnya berlainan
c. Validitas sejenis (congruent validity) jika kriteria standarnya sejenis (arifin.2012:314-
315).
4. Validitas konstruk
Validitas konstruk berkenaan dengan pertanyaan hinggamana suatu tes betul-betul dapat
mengobservasi dan mengukur fungsi psikologis yang merupakan deskripsi perilaku
peserta didik yang akan diukur oleh tes tersebut.
Validitas konstruk banyak dikenal dan digunakan dalam tes-tes psikologis untuk
mengukur gejala perilaku yang abstrak, seperti kesetiakawanan, kematangan emosi, sikap,
motivasi, minat, dan sebagainya
Analisis statistika yang digunakan dalam validitas konstruk antara lain dengan analisis
faktor (factor analysis), sehingga dapat diketahui :
a. Aspek-aspek apa saja yang diukur oleh setiap butir soal.
b. Berapa besar suatu butir soal berisi faktor-faktor tertentu.
c. Faktor-faktor apa yang diukur oleh suatu butir soal.
Produk analisis faktor ini dapat menganalisis dan mempertimbangkan apakah suatu tes
betul-betul dapat mengukur fungsi psikologis yang merupakan deskripsi perilaku peserta
didik yang hendak diukur oleh tes yang bersangkutan (arifin.2012: 325).
5. Validitas factor
kriteria yang digunakan dalam validitas faktor ini dapat diketahui dengan menghitung
homoginitas skor setiap faktor dengan total skor, dan antara skor dari faktor yang satu
dengan skor dari faktor yang lain(arifin.2012: 326).
Koeifisien validitas
Untuk menentukkan indeks validitas suatu alat evaluasi kita menghitung korelasi antara
skor yang diperoleh melalui alat evaluasi tersebut dengan skor yang diperoleh melalui alat
ukur lain yang telah dibakukan (memiliki validitas tinggi).semakin tinggi koeifisien
korelasinya semakin tinggi pula validitas alat evaluasi tersebut .
Perhitungan koeifisien validitas dapat dihitung dengan:
a. Korelasi Product momen dengan simpangan
r
xy
=
x
2
y
2
¿
¿
¿
¿¿
¿
¿
xy
¿
keterangan:
r
xy
=koeifisien korelasi anatara variable X dan Y dua variable yang dikorelasikan
x=X-X rata-rata
y=Y-Y rata-rata
b.Korelasi product moment dengan angka kasar
r
xy
=
X
Y
¿
¿
¿
¿
X ¿
2
Y
¿
¿
N
X
2
¿
X
2
¿¿
N
¿
¿
¿¿
XY¿
N
¿
¿
keterangan :N=banyaknya subjek
c.korelasi metode ranking(rank method correlation)
r
xy
=
1
6
d
2
N ( N
2
1)
keterangan: d=selisish ranking X dan ranking Y (laurens,2003:22-28)
d.Teknik diagram pencar(scatter Diagram)
Teknik ini digunakan apabila kedua variabrl berbentuk nominal
r =
N
fUxUy
(
fxUx
)
( fyUy)
{
NfxUx
2
( fxUx)
2
}{
NfyUy
2
( fyUy)
2
}
Dalam statistika koeifisien korelasi tidak akan lebih kecil atau sama denga-1,00 atau tidak
lebih besar atau sma dengan +1,00.hal ini dapat dinyatakan dengan
1,00 r +1,00
r= +1,00 artinya korelasi sempurna positif
Displaying 5 of 21 pages, to read the full document please DOWNLOAD.
Tags: