Arsitektur Groupware rangkuman 18 22

Document Details:
  • Uploaded: April, 20th 2015
  • Views: 236 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 3 Pages
  • File Format: .docx
  • File size: 208.08 KB
  • Uploader: Unknown
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
Arsitektur Groupware
Terdapat dua Major arsitektur untuk groupware yakni centralized (client-server architecture) dan
replicated dengan beberapa variadi.
Dalam arsitektur terpusat atau arsitektur client-server, sertiap workstation partisipan memiliki
program minimal (client) yang menangani layar dan menerima input patisipasi. Arsitektur ini
adalah yang paling sederhana untuk implementasi dengan beberapa front-end.
Pada arsitektur master-slave, server bekerja pada salah asatu workstation user dan memasukan
client, yaitu user yang pertama meminta aplikasi bersama. Master menjadi gabungan server-
client dan slave menjadi client.
Pada arsitektur replica, masing – masing workstation user menjalankan salinan aplikasi, salinan
ini berkomunikasi dengan yang lain dan berusaha membuat struktur datanya konsisten dengan
yang lain. Setiap replikasi menangani respon usrnya masing – masing dan harus juga
mengupdate layar dalam merespon pesan dari replikasi lainnya.
Shared Windows Architectures
Sistem ini mempunyai kesamaan dengan arsitektur groupware secara umum tetapi mempunyai
beberap feature tambahan.
Feedthrought And Network Traffic
Telah didiskusikan bahwa feedback bagi user sangat diperlukan untuk mengetahui tindakan yang
telah dilakukan dan melihat bahwa replica atau replica sebagian dapat menyelesaikannya. Hal ini
sangat penting juga dilakukan adalah mengetahui feedthrough yang mereflesikan tindakan
seorang user pada layar user yang lain sehingga dapt mengurangi trafik suatu jaringan.
Graphical Toolkits
Graphical Toolkits berguna untuk membuat interface single user dan salah satunya menggunakan
komponen yang sama untuk membentuk system groupware.
Beberapa widget dapat menangani control aplikasi. Miasalnya pada menu pop-up berikut:
sel = do_pop_up(‘new”,”open”,”save”,”exit”,0);
Secara fundamental fungsional dari widget toolikit tidak mencukupi untuk groupware.
Robustness And Scaleability
Jika kita membuat aplikasi berbagi untuk pengujian suatu ide, atau untuk digunakan dalam
eksperimen, maka kita dapat membuat asumsi-asumsi, misalnya jumlah partisipan yang tetap.
Masalah yang timbul jika suatu system yang akan digunakan untuk pengujian selanjutnya atau
untuk prosuksi secara komersial, maka standar keteknikan harus lebih tinggi. Ada 4 sumber
masalah yang potensial yakni :
1. Kesalahan pada jaringan, workstation atau system operasi
2. Kesalahan memprogram shared application
3. Urutan kegiatan yang tak terduga seperti race condition
4. System tidak dapat mengukur jumlah user atau rerata kenaikan kegiatan.
Ini sehubungan dengan software sengineering, real-time dan distributed programming.
Server Faults
Masalah yang paling besar terjadi pada system yang berbasiskan pada client-server adalah bila
terjadi server crash, bail pada software maupu hardware. Banyak basis data komersial besar
memiliki fasilitas (log transaksi) untuk memperbaiki semuanya dan juga sesaat terjadi.
Workstation Faults
Kerusakan ini berupa kesalahan kode karena sangat kompleks seperti misalnya penggunaan
program yang menanganni intraksi user dan dibuat dengan menggunakan graphical toolkit yang
kompleks. Pencegahan dilakukan secepat mungkit dan bila menggunakan arsitektur client-server
maka terdapat tiga “R” untuk server yakni :
Robust, kerusakan pada client seharusnya tidak menyebabkan server menjadi “hang”. Secara
khusus, server tidak boleh menunggu respon dari client. Server seharusnya event-driven atau poll
client menggunakn operasi jaringan non-blocking.
Reconfigure, server harus mendeteksi kesalahn yang terjadi pada client dan reconfigure
keseluruhan system, kesalahan client bisa dideteksi dengan code kesalahan jaringan standar, atau
dengan perwaktuan client jika terlalu lama.
Resynchronize, ketika workstation/client merecover maka server harus mengirimkan informasi
yang cukup untuk menyusul. Secara normal server megirimkan informasi yang selalu bertambah
sehingga membuat server selalu berada pada posisinya untuk sikirimkan ke client yang
diperbaiki.
Algorithm Faults
Beberapa apliksai yang crash tidak menyebabkan apliksasinya menjadi rusak dan kemungkinan
akan menyenangkan lebih sulit lagi mendeteksinya. Hal ini tidak mungkin terjadi bila algoritma
yang diterapkan benar.
Unforeseen Sequences Of Events
Pemogram terdistribusi banyak mempunyai masalah yang dikenal dengan istilah deadlock. Hal
ini terjadi jika terdapat dua buaj atau lebih proses masing – masing saling menunggu untuk
melakukan sesuatu. Kemungkina deadlock sering tidak terdekteksi selama pengujian karena
system operasi dan buffer jaringan. Karena beban meningkan menyebabkan buffer penuh dan
deadlock tidak bisa terhindari. Aturan pertama untuk mencegah deadlock adalah jangan pernah
menghalangi input atau output, yaitu gunakan perwaktu. Asumsi yang umum pada program
groupware adalah pesan yang dikirim dari satu computer akan tiba dalam bentuk yang sama pada
computer lain. Ini bergantung pada protocol yang digunakannya.
Scaling up
Cara yang paling mudah untuk mencegah kesalahan algoritma adalah menggunakan algoritma
yang sederhana seperti menggunakan table dibandingkan struktur data yang rumit, ukuran
panjang suatu field yang tetap untuk nama- nama dan pesan. Ini dapat mengurangi beberapa
kesalahan sebelumnya dan merupakan teknik yang direkomendasikan untuk prototype aplikasi.
Testing For Robustness
Terkadang fungsi dari suatu aplikasi diuji dengan menggunkan beberapa window pada
workstation yang sama, yang masing – masimg bertindak sebagai user yang berbeda. Kerusakan
dan beberapa kesalahan yang penting dapat disimulasikan dengan mencoba melakukan reboot
dari workstation atau melepaskan konektor jaringan atau cara yang lebih halus dengan cara
menghentikan proses suatu client dan melihat efeknya pada server.
Tags: