Makalah tentang Mikosis

Document Details:
  • Uploaded: April, 9th 2015
  • Views: 547 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 5 Pages
  • File Format: .docx
  • File size: 299.32 KB
  • Uploader: Sri Muryati
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
MAKALAH TENTANG MIKOSIS
Disusun untuk Memenuhi Tugas Epidemiologi Menular Semester IV
Dosen Pengampu : drg. Yunita Dyah Puspita Santik
Disusun Oleh:
JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013
Infeksi Jamur yang sering ditemukan
Jenis Penyakit Organisme Penyakit
Mikosis Superfisial Tinea nigra Jamur Dermatiaceae
Pitiriasis Versikolor Malassezia Furfur
Mikosis Kulit Dermatofitosis Dermatofit : Trichophytan,
epidermophyton,
Microsporum
Mikosis Mukokutan kandidiasis Candida albicans, candida
spp.
Mikosis Subkutan Sporotrikusis Sporothix schenckii
Mikosis Sistemik : patogen Koksidioidomikosis Coccidiodes immitis
Histoplasmosis Histoplasma capsulatum
Blastomikosis Blastomyces dermatitidis
Mikosis Sistemik : oportunis Meningitis kriptokokus Cryptococcus neoformans
Fungemia malassezia Malasezia furfur
Aspergilosis Aspergillus fumigatus,
aspergillus sp
Zigomikosis ( fikomikosis) Mucor, Absidi, rhizopus,
Rhizomucor
Kandidiasis , sistemik dan
lokal
Candida albicans dan candida
spp, yang memiliki lebih
banyak resistensi obat,
terutama terhadap flukonazol
Pneumonitis/pneumonia
pneumocytis
Pneumocytis jiroveci
A. Infeksi Kulit Superfisial
1. Petriasis (Tinea) versikolor
Penyakit ini adalah pertumbuhan berlebihan epidermis stratum korneum,
yang mengganggu sintesis melanin dan menunjukkan gejala bercak kulit
hipopigmentasi atau hiperpigmentasi, biasanya pada batang tubuh dan
biasanya ada respons jaringan
Epidemiologi : disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan jamur lipofilik,
malassezia furfur, bagian dari flora normal, M. Furfur juga menyebabkan
fungemia pada bayi prematur pada pemberian suplemen lipid intravena (IV).
Diagnosis : diagnosis ditegakkan dengan sediaan kalium hidroksida (KOH)
sisik kulit yang menunjukkan adanya hifa pendek, bengkok, dan bersekat dan
sel-sel mirip ragi.
2. Tinea Nigra
Tinea Nigra adalah suatu infeksi supefisial epidermis stratum korneum pada
permukaan telapak atau telapak kaki yang menyebabkan timbulnya kelaianan
mirip melanoma jinak, rata, berwarna gelap.
Disebabkan oleh jamur dari familia Dematiacea (berpigmen gelap) yang
memproduksi melanin, yang mewarnai kulit.
B. MIKOSIS KULIT
1. Gambaran umum mikosis kulit
Mikosis kulit dapat disebabkan oleh salah satu dermatofit atau candida sp.
Dermatofita ialah suatu kelompok homogen jamur berbentuk benang yang
mencakup tiga genus, epidermophyton, microsporum, dan trichophyton.
Kebanyakan infeksi kulit disebabkan oleh dermatofit. Infeksi candida lebih
sering bersifat mukokutan atau pada lipatan kulit dan kadang-kadang
menyebar. Dermatofit tidak menyebar.
Kulit, rambut, atau kuku dapat diserang, infeksi diklasifikasikan berdasarkan
daerah tubuh yang diserang penyakit.
Epidemiologi
- Penyakit yang ditularkan dari binatang (zoofilik) menyebabkan kelainan
radang yang jelas. Dua spesies zoofilik ialah microsporum canis dan
tricophyton rubrum.
- Penyakit yang ditularkan dari manusia (antropofilik) menyebabkan
kelainan yang tidak begitu meradang. Dua spesies antroflik ialah
epidermophyton floccocum dan microsporum audouinii.
Diagnosis : sering diobati secara empirik atau didiagnosis dengan pemeriksaan
mikroskopik materi kulit, rambut, atau kuku, yang diberi KOH 10 %.
Dermatofit akan tampak sebagai hifa yang relatif tidak bercabang kadang-
kadang dengan artrokonidia.
Pengobatan
- Kelainan dapat mengalami superinfeksi oleh bakteri yang juga harus
diobati. Adanya nanah merupakan pertanda adanya superinfeksi.
- Penyakit ini memerlukan pengobatam dengan obat oral jika mengenai
rambut dan folikel rambut
- Reaksi ID :dapat timbul kelainan steril baru selama pengobatan
berlangsung. Keadaan hipersensitivitas ini disebut dermatofitid (atau
“id”), suatu reaksi terhadap antigen jamur yang beredar yang
mengindikasikan keberhasilan pengobatan.
MIKOSIS
Infeksi Infeksi
Superfisial Kulit