Penetapan CBR Lapangan Melalui Pengujian Dengan Alat DCP

Document Details:
  • Uploaded: April, 7th 2015
  • Views: 918 Times
  • Downloads: 1 Times
  • Total Pages: 3 Pages
  • File Format: .docx
  • File size: 359.17 KB
  • Uploader: amanda
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
DCP UNTUK BANGUNAN BANGUNAN KONSTRUKSI
Penetapan CBR Lapangan Melalui Pengujian Dengan Alat DCP
Peralatan DCP
Maksud dan tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui daya dukung tanah dinyatakan
dalam nilai CBR (California Bearing Ratio) dengan satuan % (persen). Data CBR digunakan
sebagai salah satu masukan dalam proses perencanaan jalan yaitu untuk:
1. Penentuan tebal perkerasan (full depth pavement) untuk bagian jalan yang
direncanakan akan mendapatkan penanganan “pelebaran jalan”;
2. Penentuan tebal lapis ulang (overlay) di atas jalan aspal apabila tidak dapat disediakan
/ tidak terdapat data Benkelman Beam;
3. Penentuan tebal perkerasan untuk bagian jalan yang harus direkonstruksi (seluruh
perkerasan lama dibongkar);
4. Penentuan tebal perkerasan jalan baru.
DCP atau Dynamic Cone Penetrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur
daya dukung tanah dasar jalan langsung di tempat (in situ). Daya dukung tanah dasar tersebut
diperhitungkan berdasarkan pengolahan atas hasil test DCP yang dilakukan dengan cara
mengukur berapa dalam (mm) ujung konus masuk ke dalam tanah dasar tersebut setelah
mendapat tumbukan palu geser pada landasan batang utamanya. Korelasi antara banyaknya
tumbukan dan penetrasi ujung conus dari alat DCP ke dalam tanah akan memberikan
gambaran kekuatan tanah dasar pada titik-titik tertentu. Makin dalam konus yang masuk
untuk setiap tumbukan artinya makin lunak tanah dasar tersebut. Pengujian dengan
menggunakan alat DCP akan menghasilkan data yang setelah diolah akan menghasilkan CBR
lapangan tanah dasar pada titik yang ditinjau.
Jika pada tanah dasar dengan kedalaman sampai dengan 1 meter terdapat beberapa lapisan
tanah dengan daya dukung (nilai CBR) yang berbeda, maka nilai CBR lapangan pada titik
tersebut diperhitungkan berdasarkan nilai CBR yang mewakili nilai-nilai CBR lapisan-lapisan
tanah dimaksud.
Jika dihadapi kondisi tidak terdapat alat Benkelman Beam untuk mendapatkan data rebound
deflection jalan aspal untuk keperluan overlay design, maka dapat digunakan alat DCP untuk
mengumpulkan data-data lapangan. CBR yang diperoleh dari perhitungan hasil survey dengan
Sumber :
http://ejournal.narotama.ac.id/files/konsjalan2.pdf
http://atadroe88.blogspot.com/2011/12/penetapan-cbr-lapangan-melalui.html
Dikerjakan pukul 1.30