Efek Penambahan Ekstrak Buah Lerak Sapindus Rarak Pada Ransum Basal Yang Mengandung Asam Lemak Omega 3 Terhadap Kandungan Kolesterol Perlemakan Dan Profil Asam Lemak Ayam Broiler

Document Details:
  • Uploaded: April, 7th 2015
  • Views: 422 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 8 Pages
  • File Format: .pdf
  • File size: 204.04 KB
  • Uploader: amanda
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
PROPOSAL PENELITIAN
EFEK PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH LERAK (Sapindus rarak)
PADA RANSUM BASAL YANG MENGANDUNG ASAM LEMAK
OMEGA-3 TERHADAP KANDUNGAN KOLESTEROL,
PERLEMAKAN, DAN PROFIL ASAM LEMAK
AYAM BROILER
diajukan oleh
Rahma Khalifatul Jannah
09/284557/PT/05644
FAKULTAS PETERNAKAN
YOGYAKARTA
2013
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Tingkat kesadaran masyarakat akan penyakit kardiovaskular memacu
tingginya permintaan sumber bahan pangan yang sehat, bergizi, rendah lemak dan
kolesterol, serta tinggi kandungan asam lemak tidak jenuh. Menurut Sacks (2002),
bahwa terdapat hubungan antara makanan berkolesterol yang dikonsumsi dengan
resiko timbulnya penyakit jantung koroner yang dapat menyebabkan kematian.
Daging ayam broiler merupakan salah satu sumber protein pangan yang
cukup familiar di masyarakat Indonesia. Masyarakat memilih daging ayam broiler
karena harganya yang relatif murah, memiliki rasa yang enak dan tekstur yang
lunak, tetapi memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi yaitu berkisar 77
mg/100g (Chan et al., 1995), sedangkan kandungan total asam lemak unggas
sebesar 90mg/100g, dengan kandungan asam lemak bebas hanya 8mg/100g lemak
(Baiao and Lara, 2005).
Salah satu cara menurunkan kadar kolesterol ayam broiler adalah dengan
penambahan senyawa saponin dalam pakannya. Saponin adalah glikosida steroid
atau triterpenoid yang terdapat dalam jumlah yang melimpah baik dalam tanaman
maupun produk hasil tanaman, yang penting bagi nutrisi manusia dan hewan
(Francis et al., 2002). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penambahan
saponin dapat menurunkan kolesterol daging pada ayam broiler. Penambahan
saponin buah karaya sebanyak 50 mg dan ditambah dengan 0,4 g Rhodobacter
capsulatus pada pakan menyebabkan perbedaan yang signifikan dalam
menurunkan kolesterol daging (35%) dan trigliserida (17%), perbandingan antara
asam lemak tak jenuh dan asam lemak jenuh daging juga meningkat. Penambahan
saponin karaya sebanyak 50 mg dapat menurunkan kolesterol daging sebesar 19%
(Afrose et al., 2009). Salah satu sumber saponin yang cukup melimpah di sekitar
masyarakat Indonesia adalah tanaman lerak (Sapindus rarak). Komponen yang
terdapat dalam buah lerak antara lain : Saponin 28%, senyawa alkaloid, polifenol,
senyawa antioksidan, dan golongan flavanoid juga tannin (Udarno, 2009).6
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui potensi
ekstrak buah lerak (Sapindus rarak) sebagai sumber saponin alami dalam aditif
pakan dan suplementasi minyak ikan lemuru terhadap perlemakan, kolesterol, dan
profil asam lemak ayam broiler.
Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini yaitu untuk memberikan sumbangsih ilmu
tentang pemanfaatan buah lerak (Sapindus rarak) sebagai aditif dan suplementasi
minyak ikan lemuru dalam pakan ayam broiler, sehingga dapat digunakan sebagai
sumber agensia alami penurun kadar kolesterol dan peningkat asam lemak
esensial dalam produksi daging ayam broiler.
TINJAUAN PUSTAKA
Saponin dalam Buah Lerak (Sapindus rarak)
Tanaman lerak (Sapindus rarak) merupakan tanaman industri yang cukup
baik untuk dikembangkan. Tanaman ini termasuk dalam famili Sapindaceae yang
tumbuh dengan baik pada ketinggian 450 sampai 1.500 m dpl. Di Jawa tanaman
ini tumbuh liar, tinggi tanaman dapat mencapai 42 m dan mempunyai diameter
batang 1 m (Udarno, 2009). Sistematika tanaman lerak menurut Udarno (2009),
adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Class : Dicotyledone (berkeping dua / dikotil)
Sub class : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Sapindaceae
Genus : Sapindus
Spesies : Sapindus rarak
Komponen yang terdapat dalam buah lerak antara lain : saponin 28%,
senyawa alkaloid, polifenol, senyawa antioksidan, dan golongan flavanoid juga
tannin (Udarno, 2009), sedangkan menurut Firiastuti (2011), kandungan saponin
dalam buah lerak sebesar 13,99%. Komposisi gula dan tipe ikatan berhubungan
dengan aktivitas saponin (Wina et al., 2005). Komposisi kimia tepung buah lerak
yaitu BK 87,45%; Abu 2,82%; PK 7,15%; SK 12,08%; LK 1,99%; Ca 0,55%; P
0,64% (Suharti et al., 2009).
Minyak Ikan Lemuru
Ikan lemuru (Sardinella longiceps) merupakan jenis ikan yang di produksi
secara melimpah di perairan laut Indonesia. Selain itu, ikan lemuru mempunyai
harga yang relatif murah, dan termasuk jenis ikan yang mempunyai nilai
ekonomis penting. Ikan lemuru adalah ikan yang berlemak (fatty fish), karena
kandungan lemaknya relatif tinggi pada saat tertentu, disisi lain ikan lemuru juga
mengandung cukup banyak asam-asam lemak (Moeljanto, 2005).
Minyak Ikan lemuru terdiri dari asam lemak jenuh dan asam lemak tak
jenuh. Asam lemak jenuh yang paling banyak adalah asam lemak palmitat yaitu
15-50 % dari seluruh asam lemak yang ada. Sedangkan asam lemak tak jenuh ini
adalah asam lemak omega-3, yang mempunyai rantai karbon panjang dan
merupakan bagian dari asam lemak essensial, yang banyak sekali memberikan
keuntungan bagi kehidupan manusia (Winarno, 2004). Asam lemak rantai panjang
omega-3 yang ditemukan pada minyak ikan bisa dimanfaatkan untuk mengurangi
resiko penyakit jantung, stroke, melarutkan kolesterol dalam darah dan
mempertahankan kinerja dari otak dan sistem syaraf. Pada temuan lain juga
dijumpai bahwa suplementasi minyak ikan dapat menurunkan tekanan darah,
mengurangi resiko penyumbatan pembuluh darah dan dapat mengurangi tekanan
jantung yang tidak beraturan (Wang et al., 2004). Hasil penelitian Dewi (1996)
yang disitasi oleh Mudawwamah (2007), menujukkan bahwa kandungan EPA
dan DHA pada minyak ikan lemuru masing-masing sebesar 15 % dan 11 %.
Minyak ikan lemuru ini dapat diperoleh dari hasil samping pengolahan
pengalengan dan penepungan ikan lemuru yang banyak terdapat di daerah
Muncar, Jawa Timur.
Mekanisme Saponin sebagai Agensia Hipokolesterolemik
Saponin sangat efektif untuk menurunkan kolesterol, karena saponin akan
berinteraksi dengan kolesterol untuk menurunkan kolesterol, tetapi interaksi
saponin dan asam empedu merupakan hal yang penting juga dalam menurunkan
kadar kolesterol. Saponin menunjukkan dapat menghambat absorpsi kolesterol
dari lumen usus, sehingga dapat menurunkan kolesterol plasma. Fraksi saponin
dalam bawang putih menurunkan total kolesterol dalam plasma dan konsentrasi
kolesterol LDL tanpa mengubah level kolesterol HDL pada hewan. Hal ni
merupakan efek secara langsung saponin dalam metabolisme kolesterol
(Matsuura, 2001)
Displaying 5 of 8 pages, to read the full document please DOWNLOAD.
Tags: