Pemodelan Dan Analisis MT 1D

Document Details:
  • Uploaded: March, 26th 2015
  • Views: 240 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 8 Pages
  • File Format: .pdf
  • File size: 4,026.06 KB
  • Uploader: amanda
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
[81]
Modul Petunjuk Praktikum Metode Geolistrik dan EM – 2012
Modul 10
Pemodelan dan Analisis MT 1D
Waktu Pelaksanaan : 1 Minggu
Pendahuluan
Magnetotellurik merupakan salah satu metode geofisika yang
memanfaatkan gelombang EM untuk mengetahui nilai-nilai
konduktivitas/resistivitas di bawah permukaan. Berdasarkan keaktifan
sumbernya, metode MT dibagi menjadi 2 jenis, yaitu
CSAMT (Controlled Source Audio Magneto Telluric)
Merupakan metode MT yang bekerja dalam jangkau frekuensi audio
(20Hz – 20KHz) dan dalam perekamannya menggunakan sumber
aktif yang terkontrol berupa sumber gelombang sweep yang
menjangkau band frekuensi yang dinginkan.
AMT (Audio Magneto Telluric)
Merupakan metode yang juga bekerja dalam jangkau frekuensi
audio, namun tanpa menggunakan sumber buatan. Sinyal EM
masukan merupakan sinyal yang dihasilkan oleh alam. Sinyal ini
memiliki beberapa death band (blankspot) pada frekuensi sekitar
100Hz.
Dari sisi jangkau frekuensinya, terdapat pula metode MT (magneto
Telluric) yang menggunakan jangkau frekuensi yang lebih rendah hingga
dibawah 1Hz. Perbedaan utama dari metode tersebut adalah perbedaan
sensor penerima medan magnetiknya.
Dalam modul ini, mahasiswa akan mendapatkan pembelajaran
mengenai pemodelan maju dan pemodelan balik untuk data-data MT 1D,
dimana MT 1D sering dipergunakan untuk mengetahui perubahan
tahanan jenis sebagai fungsi kedalaman (dalam dimensi sumbu z, 1D).
[82]
Metode MT 1D ini juga akan menghasilkan data tahanan jenis sebagai
fungsi kedalaman yang mirip seperti metode VES pada modul sebelumnya.
MT 1D dan VES merupakan dua metode yang saling berkomplemen,
karena saling mendukung terutama karena perbedaan kedalaman yang
bias dicapainya. Metode VES biasanya digunakan untuk target dangkal,
sedangkan metode MT untuk target yang relative dalam.
Gambar 10.1. Contoh data MT, model tahan jenis dan kolom stratigrafi
(Manzella, et al. 2004)
Gambar 10.1 menunjukkan contoh aplikasi metode MT dalam
menganalisis area geothermal di gunung Vesuvius. Gambar sebelah kiri
menunjukkan plot data lapangan (segitiga hitam) dan plot kurva sintetik
hasil pemodelannya (garis hitam) masing-masing untuk data resistivitas
semu (App Rho) dan Fase nya.
Gambar pada bagian tengah menunjukkan model resistivitas sebagai
fungsi kedalaman yang menghasilkan garis sintetik pada kurva sebelah
kiri. Gambar sebelah kanan adalah data kolom stratigrafi daerah
dimaksud. Dari kacamata MT, terlihat bahwa terdapat anomaly tahanan
jenis hingga bernilai 10 Ohm pada kedalaman 1000m hingga 2000m.
[83]
Berdasar gambar tersebut dapat ditunjukkan bahwa metode MT
dapat menggambarkan secara vertical nilai-nilai tahanan jenis medium
hingga kedalaman yang sanget dalam (hingga 10km) di bawah permukaan
tanah.
Gambar 10.2. Model MT yang dibandingkan dengan model metode TDEM
dan log resistivitas (Krivochieva and Chouteau, 2003)
Contoh aplikasi yang lain dapat dilihat pada gambar 10.2. Pada
gambar ini ditunjukkan hasil analisis data MT yang diperbandingkan
dengan dataTDEM (Time Domain EM) dan data log resistivitas.
Perbandingan data ketiganya menunjukkan korelasi yang bagus antar
ketiganya. Untuk gambar di sebelah kanan, tanda bulatan menunjukkan
data lapangan beserta bendera kesalahannya, sedangkan garis tebal
diantaranya menunjukkan data perhitungan untuk model terbaik di
sampingnya.
[84]
Modul Petunjuk Praktikum Metode Geolistrik dan EM – 2012
Alat dan Bahan
1.
Software MT1D dari Markus Piitijarvi
2.
Data latihan
3.
Data reproduksi dari paper
Maksud dan Tujuan
1.
Mahasiswa dapat memahami pemodelan maju dari metode MT
2.
Mahasiswa dapat melakukan pemodelan maju untuk kasus-kasus
yang terdapat di lapangan
3.
Mahasiswa dapat mengoperasikan software pemodelan yang tersedia
secara gratis di internet
4.
Mahasiswa dapat mempersiapkan data untuk proses inversi data MT
5.
Mahasiswa dapat melakukan proses inversi 1D MT
6.
Mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan melalui diskusi
dengan rekan satu kelompok untuk menyelesaikan pemodelan.
Petunjuk Pelaksanaan
1.
Download dan install program MT1D yang disediakan secara gratis
di internet.
2.
Pelajari cara penggunaan dan cara pemakaian software tersebut
dengan cermat.
3.
Berikut adalah contoh tampilan program MT1D yang telah dibuka;
Di dalam tampilannya, pada sisi kiri terdapat beberapa informasi
berkaitan dengan model yang akan dihitung; mulai dari update
untuk menghitungnya, nilai tahanan jenisnya dan nilai ketebalan
tiap-tiap lapisannya. Dikolom sebelah kanan ditunjukkan dengan
gambar kurva data lapangan segitiga dan lingkaran dan kurva
sintetik model berupa garis lurus. Disebelah kanan terdapat
[85]
deskripsi model dan gambaran model bawah permukaan yang
betuknya mirip dengan model VES.
4.
Coba-coba software tersebut dengan membuka beberapa file contoh
yang tersedia. Ubah-ubahlah nilai kedalaman dan tahanan jenisnya
dan lihat hasilnya.
5.
Hal terpenting dari software ini salah satunya adalah format dari file
masukannya. File masukan terditi dari dua; yaitu file data input
berekstensi *.dat. dan file model yang berekstensi *.inp.
6.
File data input (*.dat) merupakan data ascii yang berbentuk sebagai
berikut;
Keterangan :
Baris 1 : Header, maksimum 40 karakter
Displaying 5 of 8 pages, to read the full document please DOWNLOAD.
Tags: