Sefalometri

Document Details:
  • Uploaded: February, 12th 2015
  • Views: 521 Times
  • Downloads: 1 Times
  • Total Pages: 13 Pages
  • File Format: .pdf
  • File size: 365.31 KB
  • Uploader: amanda
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
Universitas Gadjah Mada
1
IX. SEFALOMETRI
PENDAHULUAN
Mahasiswa dituntut untuk menguasai pengetahuan yang mendasari perawatan
yang akan dilakukan, sebelum melakukan perawatan ortodontik. Mahasiswa juga dituntut
untuk menguasai ilmu pengetahuan lain yang mendukung, seperti radiografik, histologi,
anatomi dan lain sebagainya.
Penegakan diagnosis diperlukan sebelum melakukan perawatan
ortodontik.
Diperlukan faktor-faktor pendukung dalam menegakkan diagnosis ortodontik, antara lain
sefalometri radiografik. Berdasarkan hal tersebut maka pengetahuan tentang sefalometri
radiografik penting dikuasai oleh mahasiswa.
Beberapa aspek mengenai sefalometri radiografik meliputi pengenalan, teknik,
referensi, analisis dan kelemahan-kelemahan sefalometri radiografik akan dibahas
didalam bab ini.
Setelah membaca bab ini, diharapkan mahasiswa mampu:
1. Menyebutkan tentang pengenalan sefalometri radiografik,
2. Menyebutkan tentang teknik sefalometri radiografik ,
3. Menyebutkan tentang referensi sefalometri radiografik,
4. Menyebutkan tentang analisis sefalometri radiografik,
5. Menyebutka tentang kelemahan-kelemahan sefalometri radiografik.
PENGENALAN SEFALOMETRI RADIOGRAFIK
1. Sejarah sefalometri radiografik
Fotografi tidak dapat digunakan untuk melihat hubungan antara gigi-gigi, tulang
rahang dan struktur kraniofasial lain. Para ahli antropologi melakukan pengukuran
tengkorak kering untuk mengetahui lebih detail bentuk dan pola kraniofasial, akan tetapi
hal ini banyak kekurangan antara lain berhubungan dengan proses pertumbuhan dan
perkembangan tengkorak manusia hidup dan pengukuran intrakranial. Berdasarkan hal
ini, maka Simon memperkenalkan sistem gnatostatik, yaitu metode yang
mengorientasikan model studi ortodontik pada bidang-bidang kranial untuk melihat
hubungan gigi-gigi atas dan bawah terhadap basis apikalis ditinjau dari struktur
kraniofasial. Berdasar pengetahuan antropometrik dan gnatostatik maka para ahli
antropologi menyebutnya dengan kraniometrik atau sefalometri radiografik. Sefalometri
radiografik digunakan untuk mempelajari hubungan gigi-gigi dan struktur tulang muka
secara ekstrakranial dan intrakranial.
Universitas Gadjah Mada
2
Gambaran sefalometri radiografik pertama kali diperkenalkan pada tahun 1922
oleh Pacini. Tahun 1931, Hofrath (Jerman) dan Broadbent (Amerika) dalam waktu
bersamaan menemukan teknik sefalometri yang telah terstandarisasi dengan
menggunakan alat sinar-X dan pemegang kepala yang dinamakan sefalostat atau
sefalometer. Film yang dihasilkan dari pemotretan kepala ini disebut sefalogram atau film
kepala atau sefalometri sinar-X.
Sefalometri radiografik diperkenalkan dalam bidang ortodontik sekitar tahun 1930
an, meskipun metode yang benar untuk aplikasi praktik ortodontik Baru 20 tahun
kemudian. Beberapa tahun kemudian, metode analisis dikembangkan oleh beberapa
pengarang.
2. Arti dan manfaat sefalometri radiografik
Sefalometrik adalah ilmu yang mempelajari pengukuran-pengukuran yang bersifat
kuantitatif terhadap bagian-bagian tertentu dari kepala untuk mendapatkan informasi
tentang pola kraniofasial.
Manfaat sefalometri radiografik adalah:
a. Mempelajari pertumbuhan dan perkembangan kraniofasial.
Dengan membandingkan sefalogram-sefalogram yang diambil dalam interval waktu
yang berbeda, untuk mengetahui arah pertumbuhan dan perkembangan kraniofasial.
b. Diagnosis atau analisis kelainan kraniofasial.
Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab maloklusi (seperti ketidak seimbangan
struktur tulang muka).
c. Mempelajari tipe fasial.
Relasi rahang dan posisi gigi-gigi berhubungan erat dengan tipe fasial. Ada 2 hal
penting yaitu : (1) posisi maksila dalam arah antero-posterior terhadap kranium dan
(2) relasi mandibula terhadap maksila, sehingga akan mempengaruhi bentuk profil :
cembung, lurus atau cekung.
d. Merencanakan perawatan ortodontik.
Analisis dan diagnosis yang didasarkan pada perhitungan-perhitungan sefalometrik
dapat diprakirakan hasil perawatan ortodontik yang dilakukan.
e. Evaluasi kasus-kasus yang telah dirawat.
Dengan membandingkan sefalogram yang diambil sebelum, sewaktu dan sesudah
perawatan ortodontik.
f. Analisis fungsional.
Fungsi gerakan mandibula dapat diketahui dengan membandingkan posisi kondilus
pada sefalogram yang dibuat pada waktu mulut terbuka dan posisi istirahat.
g. Penelitian
Universitas Gadjah Mada
3
TEKNIK SEFALOMETRI RAD1OGRAFIK
1. Alat
Alat-alat dasar yang digunakan untuk menghasilkan suatu sefalogram terdiri dari
sefalostat atau sefalometer, tabung sinar tembus dan pemegang kaset beserta kaset
yang berisi film dan layar pengintensif (intensifying screen). Pemegang kaset dapat diatur
sedemikian rupa agar diperoleh gambar yang tajam. Layar pengintensif digunakan untuk
mengurangi jumlah penyinaran yang tidak diperlukan. Bagian dari sefalometer yang
diletakkan pada telinga (ear rod) dapat digerakkan sehingga mudah disesuaikan dengan
lebar kepala pasien. Tabung sinar harus dapat menghasilkan tegangan yang cukup tinggi
(90 KvP) guna menembus jaringan keras dan dapat menggambarkan dengan jelas
jaringan keras dan lunak.
Dikenal 2 macam sefalometer, yaitu:
a. Broadbent-Bolton, digunakan 2 tabung sinar X dan 2 pemegang kaset, sehingga objek
tidak perlu bergerak atau berubah apabila akan dibuat penyinaran/proyeksi lateral atau
anteroposterior.
b. Higley, terdiri dari 1 tabung sinar X, 1 pemegang kaset dan sefalometernya dapat
berputar sedemikian rupa sehingga objek dapat diatur dalam beberapa macam
proyeksi yang diperlukan. Sefalometer modem pada umumnya adalah jenis ini yaitu
Rotating type.
2. Teknik pembuatan dan penapakan sefalogram
a. Teknik pembuatan sefalogram
Proyeksi lateral atau profil
Proyeksi lateral dapat diambil pada subjek dengan oklusi sentrik , mulut terbuka atau
istirahat. Kepala subjek difiksir pada sefalometer, bidang sagital tengah terletak 60
inci atau 152,4 cm dari pusat sinar X dan muka sebelah kiri dekat dengan film. Pusat
berkas sinar X sejajar sumbu transmeatal (ear rod) sefalometer. Jarak bidang sagital
tengah-film 18 cm. FHP (Frankfurt Horizontal Plane) sejajar lantai, subjek duduk
tegak, kedua telinga setinggi ear rod.
Proyeksi postero-anterior/frontal
Pada proyeksi postero-anterior tube diputar 90
°
sehingga arah sinar X tegak lurus
sumbu transmeatal.
Oblique sefalogram
Oblique sefalogram kanan dan kiri dibuat dengan sudut 45|| dan 135|| ) terhadap
proyeksi lateral. Arab sinar X dari belakang untuk menghindari superimposisi dari sisi
Universitas Gadjah Mada
4
mandibula yang satunya. FHP sejajar lantai. Oblique sefalogram sering digunakan
untuk analisis subjek pada periode gigi bercampur.
b. Teknik penapakan sefalogram
Analisis sefalometri radiografik dibuat pada gambar basil penapakan sefalogram. Acetate
matte tracing paper (kertas asetat) tebal 0,003 inci ukuran 8x10 inci dipakai untuk
penapakan sefalogram. Kertas asetat dilekatkan pada tepi atas sefalogram dengan
Scotch tape (agar dapat dibuka apabila diperlukan), kemudian diletakkan di atas
iluminator (negatoscope). Penapakan sefalogram dianjurkan menggunakan pensil keras
(4H) agar diperoleh garis-garis yang cermat dan tipis.
Universitas Gadjah Mada
5
Displaying 5 of 13 pages, to read the full document please DOWNLOAD.
Tags: