Bab V Continuous Contact

Document Details:
  • Uploaded: February, 12th 2015
  • Views: 192 Times
  • Downloads: 0 Times
  • Total Pages: 36 Pages
  • File Format: .pdf
  • File size: 2,777.05 KB
  • Uploader: amanda
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
Universitas Gadjah Mada
1
BAB V. CONTINUOUS CONTACT
Operasi pemisahan continuous contact secara prinsip berbeda dengan stage wise
contact. Pada operasi pemisahan ini, kecepatan perpindahan massa berlangsung saat
kedua fasa tersebut berkontak atau ada perubahan konsentrasi sebagai fungsi posisi. Oleh
karena itu pada operasi pemisahan ini, konsep rate processes memegang peran penting.
Proses continous contact dapat digunakan pada:
1. Proses dua fluida yang saling berkontak. Bahan isian berupa inert yang merupakan
media kontak antara dua fluida tersebut, misalnya pada proses:
1. Absorbsi
2. Distilasi
3. Ekstraksi
4. Stripping
2. Proses perpindahan massa antara fasa padatan dengan fluida yang mengalir di
antaranya, misalnya pada fasa adsorpsi atau ion exchange. Pada cara kontak ini
biasanya padatan disusun dalam kolom (fixed bed) dan fluida dialirkan melewati
tumpukan padatan dalam kolom tersebut.
Universitas Gadjah Mada
2
Keuntungan dan kerugian proses kontak dengan stage wise dan kontinyu, adalah
sebagai berikut:
Stage wise
Continous
P besar
L>>> tidak flooding
Mudah dibersihkan
Tergantung bahan platenya
(biasanya dari logam)
Untuk ‘D’ yang kecil lebih
mahal
P kecil
Mudah terjadi flooding untuk’ L’ tertentu
Relatif sulit
Tidak korosif karena biasanya bahan
isiannya terbuat dari plastik atau
keramik.
Untuk ‘D’ yang kecil Iebih murah
Bahan isian harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
o Luas permukaan bidang transfer per unit volum harus besar (luas permukaan yang
dapat terbasahi oleh cairan besar untuk per satuan volum)
o Tumpukan bahan isian porositasnya harus besar (P lebih kecil)
o Tidak korosif
o Bulk density rendah
o Murah
Jenis bahan isiannya adalah:
o Raschig ring
o Intalog saddle
o Pall ring
o Cyclohelix spiral ring
o Berl saddle
o Lessing ring
o Cross-partition ring
Gambar dari sebagian jenis bahan isian dapat dilihat pada gambar berikut ini (Foust,
et.al., 1980):
Universitas Gadjah Mada
3
Universitas Gadjah Mada
4
Karakteristik fisis bahan isian dapat dilihat pada tabel berikut ini (Foust, et.al; 1980):
Tabel V.1. Karakteristik Fisis Bahan Isian:
Packing
Percent
Voids (
)
Specific
Surface (a
v
)
ft
2
/ft
3
Packing
factor
Raschig rings keramik (inci)
73
240
1600
63
111
580
1
73
58
155
2
74
28
65
Raschig rings metal (1/16 in. wall)
73
118
410
1
85
57
137
2
92
31.4
57
Ben saddles (inci)
60
274
900
63
142
240
1
69
76
110
2
72
32
45
Pall rings (inci)
1
93.4
66.3
48
2
94.0
36.6
20
Cyclohelix dan single spiral (inci)
58
40
4
60
32
6
66
21
Universitas Gadjah Mada
5
Bahasan Kuantitatif di Tumpukan Bahan Isian
Neraca massa komponen pada ketinggian Z (dari posisi 0 sampai dengan posisi Z)
Persamaan ini merupakan garis operasi yang berlaku untuk ‘x’ dari x
1
sampai dengan x
2
dan
untuk ‘y’ dari y
1
sampal dengan y
2
. Persamaan garis operasi ini bukan merupakan kurva
(garis tidak lurus) karena ‘V’ dari ‘L’ selalu berubah terhadap perubahan konsentrasi atau
posisi.
Pada kasus tertentu yaitu untuk larutan yang sangat encer, besarnya ‘L’ dan ‘V’ dapat
dianggap tetap, sehingga garis operasi merupakan garis lurus.
Kecepatan perubahan konsentrasi komponen pada masing-masing fasa sama
dengan kecepatan perpindahan massa komponen ke atau dari fasa tersebut.
Review Konsep Kecepatan Perpindahan Massa
dengan: A = luas permukaan bidang transfer
Untuk permukaan-permukaan yang sulit diukur (tumpukan bahan isian) nilai A sulit
ditentukan, untuk itu diajukan konsep perpindahan massa volumetris seperti berikut:
Displaying 5 of 36 pages, to read the full document please DOWNLOAD.
Tags: