Kinerja Induk Berat Sapih

Document Details:
  • Uploaded: November, 18th 2014
  • Views: 164 Times
  • Downloads: 1 Times
  • Total Pages: 1 Pages
  • File Format: .doc
  • File size: 221.38 KB
  • Uploader: amanda
  • Category: Engineering > Agricultural
 add to bookmark | report abuse
BERAT SAPIH
Berat sapih adalah berat anak pada saat disapih. Mengingat
peternak kita masih jarang yang melakukan penyapihan secara
paksa, maka umur sapih ditetapkan berdasarkan ketetapan.
Berat sapih dipengaruhi oleh berat lahir dan pertumbuhan
prasapih. Pertumbuhan menyangkut dua peristiwa yang terjadi
pada sel-sel di dalam tubuh ternak, yaitu hiperplasia dan
hipertrapi. Hiperplasia adalah perbanyakan jumlah sel. Hipertropi
adalah pembesaran ukuran sel. Pertumbuhan seekor ternak
sudah dimulai sejak terjadi konsepsi hingga tercapai dewasa
tubuh. Untuk memudahkan pembahasan, pertumbuhan ternak
dibagi dalam tiga tahap, yaitu pertumbuhan sebelum lahir,
prasapih, dan pascasapih. Pertumbuhan pada ternak tercermin
pada peningkatan berat badannya. Secara umum, peningkatan
berat badan ternak mengikuti kurva sigmoideal.
Berat lahir adalah berat anak pada saat dilahirkan. Berat lahir
sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan anak sebelum lahir (di
dalam kandungan induk). Selama di dalam kandungan, anak
mengalami pertumbuhan yang lambat pada 2/3 awal kebuntingan
dan pertumbuhan yang cepat selama 1/3 akhir kebuntingan.
Pertumbuhan itu dipengaruhi oleh genetik induk dan pejantan,
jenis kelamin anak, litter size, jumlah dan kualitas pakan induk,
serta umur dan berat induk.
Pertumbuhan prasapih dipengaruhi oleh genetik induk dan
pejantan, jenis kelamin anak, litter size, umur dan berat induk,
jumlah dan kualitas susu induk, serta jumlah dan kualitas pakan.
Jumlah dan kualitas susu induk dipengaruhi oleh jumlah dan
kualitas pakannya.
Genetik induk dan pejantan akan diturunkan kepada anaknya.
Anak akan menerima setengah darah (gen) induk dan setengah
darah bapak (pejantan). Namun demikian, anak yang dihasilkan
dari perkawinan induk yang baik kinerjanya dengan pejantan yang
baik kinerjanya akan mempunyai kinerja yang baik seperti
tetuanya meskipun pemeliharaannya sama. Hal itu disebabkan
karena adanya sifat dominan dan resesif gen sehingga fenotif
belum tentu sama dengan genotif. Peternakan modern
memerlukan induk dan pejantan (parent stock) yang kecil tetapi
mampu menghasilkan anak (final stock) yang besar untuk
menghemat biaya pembibitan. Metode itu sudah diterapkan dalam
industri unggas.
Litter size berkaitan erat dengan kompetisi anak dalam
mendapatkan nutrisi dari induknya, baik sebelum lahir maupun
prasapih. Semakin besar litter size, semakin sedikit pula jatah
nutrisi yang diterima per individu anak. Nutrisi dari induk terbatas
akan menjadi rebutan anak-anak yang dikandung/disusuinya.
Anak yang dominan akan memperoleh bagian yang besar
sehingga dapat tumbuh cepat sedang anak yang kalah akan
memperoleh bagian yang sedikit sehingga tumbuhnya lambat atau
bahkan mengalami kematian.
Nutrisi induk sangat menentukan pertumbuhan anak di dalam
kandungan maupun prasapih terutama pada saat anak belum
mampu makan sendiri. Status nutrisi induk sangat dipengaruhi
oleh jumlah dan kualitas pakan yang dikonsumsinya, baik selama
kebuntingan maupun laktasi.
Tags: