Prosedur Penerbitan Surat Keterangan Asal (Ska) Form A Sebagai Dokumen Ekspor Oleh Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kota Surakarta

Document Details:
  • Author: Anugrah Dewanto
  • Contact: -
  • Supervisor: -
  • Type: Tugas Akhir Kuliah
  • Department: Fakultas Ekonomi
  • Division: D3 - Manajemen Perdagangan
  • Language: Indonesia
  • Subject: Management. Industrial Management
  • Publisher: Universitas Sebelas Maret Surakarta - Universitas Sebelas Maret Surakarta
  • Published: 2009
  • Location: eprintsunsacid
  • City: Surakarta - UNS
 add to bookmark | report abuse

ABSTRACT: Ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan membuat dunia semakin menyatu dan mengecil. Kemajuan komunikasi dan transformasi, telah memberikan kontribusi dan ikut mematangkan iklim yang kondusif terhadap hubungan ekonomi internasional. Semula, hubungan ekonomi internasional hanya diwarnai oleh pertukaran barang, kemudian migrasi sumber daya manusia, transaksi jasa lintas perbatasan dan kemudian arus modal dan pembiayaan antar Negara semakin berperan dalam percaturan ekonomi internasional. Fenomena tersebut tidak dapat berdiri sendiri terpisah dari yang lain, namun lalu lintas barang dan pertukaran sumber daya internasional, jasa dan modal adalah saling berkaitan (dan tali temali) dan terdapat ketergantungan satu sama lain, salah satu kegiatan ekonomi tersebut adalah perdagangan internasional, yaitu kegiatan pertukaran barang yang melewati batas wilayah suatu negara (Gunadi, 1997: 1-2). Perdagangan internasional, baik dalam tingkat bilateral, regional maupun multirateral dapat dilihat bahwasanya akan timbul satu aktivitas yang disebut ekspor-impor. Dalam kegiatan ini, terlihat bahwa satu Negara tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, suatu Negara tentunya akan mempunyai satu ketergantungan atas produk atau komoditi tertentu dari Negara lain (Amir MS, 1997: 105), walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa tujuan dari perdagangan internasional tersebut untuk mendapatkan produk 3 atau komoditi yang mempunyai kualitas yang lebih baik dan harga yang lebih terjangkau. Salah satu dampak dari adanya perdagangan internasional adalah adanya investasi, utamanya investasi dari Negara maju ke Negara berkembang seperti Indonesia. Adanya investasi selain dapat mengoptimalkan kapasitas produk nasional dan kesempatan kerja, juga untuk memperkenalkan produk dan metode baru. Kelengkapan investasi dengan sumberdaya manusia dan teknologi yang berkualitas dan berpengalaman, dapat ikut meningkatkan kualitas dan pengalaman sumberdaya domestik. Selain itu investasi yang dilakukan perusahaan multinasional dengan strategi aliansinya dapat memperluas dan memperbesar akses Negara tersebut terhadap pasar internasional. Akses trsebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor dan perolehan devisa Negara (Gunadi, 1997: 3). Kegiatan ekspor yang memberikan kontribusi terhadap devisa Negara adalah kegiatan mengeluarkan barang dari daerah kepabeanan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, karenanya kegiatan ekspor berbeda dengan kegiatan perdagangan dalam negeri. Kegiatan ekspor lebih sulit, hal ini dikarenakan antara penjual dan pembeli terpisah oleh jarak yang jauh, sehigga dalam proses pengangkutannya harus melalui berbagai macam peraturan, utamanya peraturan kepabeanan yang dikeluarkan oleh Negara, bersangkutan, perbedaan bahasa yang sering menghambat komunikasi serta perbedaan ukuran takaran dan timbangan dari masing-masing Negara (Amir MS, 2000: 4). 4 Oleh karenanya tidak semua orang atau perusahaan bisa mengekspor barang atau komoditi yang di produksinya, karena orang atau perusahaan yang akan melakukan ekspor harus memenuhi persyaratan tertentu yang harus dipenuhi berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Selain itu eksportir harus mengetahui prosedur-prosedur ekspor yang benar, ketentuan-ketentuan umum dalam ekspor dan dokumen-dokumen apa saja yang diperlukan. Salah satu jenis dokumen yang ada adalah Certificate of Origin (CCO) atau Surat Keterangan Asal (SKA) yang merupakan dokumen tentang pernyataan dari mana barang tersebut berasal. SKA ini penting artinya untuk memperoleh fasilitas bea masuk maupun sebagai alat perhitungan quota di Negara tujuan, atau untuk mencegah masuknya barang dari Negara terlarang. Jenis SKA ini sendiri yaitu: SKA preferensi dan SKA non preferensi. Maka untuk lebih menaetahui tentang seluk beluk dan tata cara dalam memperoleh SKA, utamanya SKA Form “A” penulis memilih judul, “PROSEDUR PENERBITAN SURAT KETERANGAN ASAL (SKA) FORM A SEBAGAI DOKUMEN EKSPOR OLEH DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA SURAKARTA”


DOCUMENT'S FILES :
162842708201005481.pdf (359 KB)

Source: http://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8665