Pengertian Kwh Meter Jenis Jenis dan Prinsip Kerjanya

Document Details:
  • Uploaded: October, 30th 2014
  • Views: 33,976 Times
  • Downloads: 195 Times
  • Total Pages: 7 Pages
  • File Format: .doc
  • File size: 431.85 KB
  • Uploader: jajali
  • Category: Miscellaneous
 add to bookmark | report abuse
PENGERTIAN KWH METER, JENIS-JENIS DAN PRINSIP KERJANYA
A. Pengertian
KWH Meter adalah alat penghitung pemakaian energi listrik. Alat ini bekerja
menggunakan metode induksi medan magnet dimana medan magnet tersebut menggerakan
piringan yang terbuat dari alumunium. Pengukur Watt atau Kwatt, yang pada umumnya
disebut Watt-meter/Kwatt meter disusun sedemikian rupa, sehingga kumparan tegangan
dapat berputar dengan bebasnya, dengan jalan demikian tenaga listrik dapat diukur, baik
dalam satuan WH (watt Jam) ataupun dalam Kwh (kilowatt Hour).
Pemakaian energi listrik di industri maupun rumah tangga menggunakan satuan
kilowatt- hour (KWH), dimana 1 KWH sama dengan 3.6 MJ. Karena itulah alat yang
digunakan untuk mengukur energi pada industri dan rumah tangga dikenal dengan
watthourmeters. Besar tagihan listrik biasanya berdasarkan pada angka-angka yang
tertera pada KWH meter setiap bulannya Untuk saat ini. KWH meter induksi adalah satu-
satunya tipe yang digunakan pada perhitungan daya listrik rumah tangga.
Bagian-bagian utama dari sebuah KWH meter adalah kumparan tegangan, kumparan
arus,sebuah piringan aluminium, sebuah magnet tetap, dan sebuah gir mekanik
yang mencatat banyaknya putaran piringan. Jika meter dihubungkan ke daya satu fasa, maka
piringan mendapat torsi yang membuatnya berputar seperti motor dengan tingkat
kepresisian yang tinggi.
Semakin besar daya yang terpakai, mengakibatkan kecepatan piringan semakin
besar; demikian pula sebaliknya.
B. Jenis-Jenis KWH METER
Apabila dilihat dari cara kerjanya, KWH Meter dibedakan menjadi :
1. KWH meter Analog
2. KWH meter Digital
Untuk Penjelasannya dapat dilihat dibawah ini :
1. KWH meter Analog
Adapun bagian-bagian utama dari sebuah KWH meter Analog antara lain, sebagai berikut :
1. kumparan tegangan
2. kumparan arus
3. piringan aluminium
4. magnet tetap
5. gear mekanik yang mencatat jumlah perputaranpiringan aluminium
6. Bendera pengereman berfungsi mengatur piringan pengujian beban nol pada tegangan
normal.
7. Lidah pengereman adalah merupakan pasangan dengan bendera(8).Posisi lidah
pengereman dan bendera pengereman harus tepat sehingga:
Pada beban nol,tegangan norminal piringan berhenti pada saat posisi mereka
berdekatan.
Tetapi arus mula (0,5 % Id) piringan harus dapat berputar > 1 putaran.
2. KWH Meter Digital
KWH Meter digital digunakan untuk mengatasi kelemahan dari KWH Meter analog. Adapun
kelebihan dari KWH Meter Digital antara lain sebagai berikut :
Sistem pembayarannya dengan sistem prabayar, dengan sistem prabayar
menggantikan cara pembayaran umumnya, dengan menggunakan kartu prabayar
elektronik pengganti tagihan bulanan.
KWH meter denan tampilan digital yang menyala dan berukuran cukup besar.
Akurasi perhitungan KWH, tidak adanya tunggakan pembayaran tagihan listrik,
kemudahan memutus sambungan listrik pelanggan yang melakukan tunggakan
tagihan dengan menggunakan alat yang bisa di set up dari jarak maximal 200 meter.
Gambar KWH Meter Digital 1 phasa
Display Menu
1. Aktif Energy (kWh)
2. V rms ** (V) 2 angka dibelakang koma
3. I rms ** (A) 2 angka dibelakang koma
4. Status Tusbung
Gambar KWH Meter Digital Prabayar
Display Menu
1. Sisa kWh
2. Sisa Nominal Rupiah
3. Status Tusbung
4. Status Alarm sebelum sisa nominal kWh habis
5. Status Isi Ulang kWh
C. Prinsip Kerja KWH Meter
1. KWH Meter Analog
Ditinjau dari segi cara bekerjanya maka pengukur ini memakai prinsip azas induksi atau azas
Ferraris. Dan pada umumnya alat pengukur ini digunakan untuk mengukur daya listrik arus
bolak balik. Pada alat ini dipasang sebuah cakera alumunium (alumunium disk) yang dapat
berputar, dimuka sebuah kutub magnit listrik (Electro magnet).
Magnit llsitrik ini diperkuat oleh kumparan tegangan dan kumparan arus. Dengan adanya
lapangan magnit tukar yang berubah-ubah maka cakera (Disk) alumunium ditimbulkan suatu
arus bolak-balik, yang menyebabkan cakera tadi mulai berputar dan menggerakkan pesawat
hitungnya.
Secara umum perhitungan untuk daya listrik dapat di bedakan menjadi tiga macam, yaitu
1. Daya kompleks S(VA) = V.I
2. Daya reaktif Q(VAR) = V.I sin φ
3. Daya aktif P(Watt) = V.I cos φ
Dari ketiga daya tersebut yang terukur pada KWH meter adalah daya aktif, yang dinyatakan
dengan satuan Watt. Sedangkan daya reaktif dapat diketahui besarnya dengan menggunakan
alat ukur Varmeter. Untuk pemakaian pada rumah, biasanya hanya digunakan KWH meter.
Pada pembebanan bebas induksi kecepatan berputarnya cakera sangat tergantung pada hasil
kali tegangan pada hasil kali dari tegangan (E) x Kuat arus (I) dalam satuan watt. Jumlah
putaran tergantung pada kecepatan dan lamanya, dengan demikian dapat kita rumuskan
sebagai berikut :
Tegangan x Kuat Arus x Waktu = E x I x t dalam satuan Watt jam (WH)
Untuk alat pengukur Kilowatt jam (KWH) arus putar, pada umunya mempunyai tiga system
magnit, yang masing masing dengan sebuah kumparan arus dan tegangan yang bekerja pada
sebuah cakera turutan, dimana ketiga cakera itu dipasang pada sumbu yang sama.
Displaying 5 of 7 pages, to read the full document please DOWNLOAD.