Hambatan “asean Convention On Counter Terrorism / Acct” Dalam Mengatasi Masalah Terorisme Di Asia Tenggara

Document Details:
  • Author: Yusri Dewi
  • Contact: -
  • Supervisor: -
  • Type: Tugas Akhir Kuliah
  • Department: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik: Hubungan Internasional
  • Division: Hubungan Internasional
  • Language: Indonesia
  • Subject: Ilmu Sosial
  • Pages: 88
  • Publisher: Upn "Veteran" Yogyakarta - Upn "Veteran" Yogyakarta
  • Published: 2013-01-17
  • Location: repositoryupnykacid
  • City: Yogyakarta - UPN
 add to bookmark | report abuse

ABSTRACT: 1. Berbagai aksi terorisme yang terjadi di Asia Tenggara merupakan jaringan
terorisme internasional, dilihat dari berbagai indikasi mengenai keterkaitan antara
gerakan-gerakan terorisme regional Asia Tenggara seperti Jamaah Islamiyah,
kelompok Mujahidin Malaysia, serta kelompok Abu Sayyaf dengan organisasi Al
Qaeda sebagai terorisme internasional.
2. Pemberantasan aksi terorisme di kawasan Asia Tenggara ini sulit untuk
diwujudkan tanpa komitmen penuh dari seluruh negara-negara di Asia Tenggara,
karena mengingat kompleksnya masalah terorisme. ACCT sebagai forum atau
wadah bagi setiap negara anggota untuk berdialog mengenai keamanan wilayah
regional Asia Tenggara dan berupaya menanggulangi terorisme dengan
mengadakan beberapa pertemuan untuk membicarakan masalah terorisme dan
bagaimana menindaklanjutinya, anatara lain dengan melakukan pertukaran
informasi, meningkatkan sistem keamanan, membuat aturan dengan kerjasama
dalam penyelenggaraan undang-undang anti teror dan menghimbau pada seluruh
peserta untuk membuat aturan dengan penerapan undang-undang anti teror yang
memang sulit untuk dijalankan karena belum semua dari negara anggota memiliki
undang-undang anti teror.
3. Peranan ACCT adalah sebagai suatu wadah komunikasi dan pertukaran
informasi mengenai permasalahan terorisme demi memajukan kerjasama antar negara anggota, khususnya ASEAN dalam menghadapi terorisme di Asia
Tenggara. Namun ACCT hanya merupakan suatu wadah pembuat saran
kebijakan, bukan pengambil keputusan dan badan pemberantasan terorisme dan
kejahatan transnasional, sehingga sumbangan ACCT dalam hal ini atas dasar
kebijakan dan undang-undang yang diadopsi dari negara-negara barat. ACCT
hanya sebuah aturan yang membahas mengenai masalah terorisme yang pada
selanjutnya dikembalikan kembali pada negara anggota masing-masing dalam
pelaksanaannya, sehingga akan sulit untuk menumpas terorisme di Asia Tenggara.


DOCUMENT'S FILES :
ABSTRAKSI_YUSRI_DEWI_151080106.pdf (227 KB)

Source: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/5068