Pemanfaatan Limbah Pertanian (Jerami Dan Katul) Sebagai Priming Agent Untuk Meningkatkan Laju Respirasi Tanah Tambak Udang : Optimasi Faktor Fisika Dan Kimia

Document Details:
  • Author: Ria Azizah, Subagiyo Subagiyo
  • Contact: -
  • Supervisor: -
  • Type: Unknown
  • Department: Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan
  • Division: Department of Marine Science
  • Language: Indonesia
  • Subject: Aquaculture. Fisheries. Angling
  • Publisher: Universitas Diponegoro - Universitas Diponegoro
  • Published: 2003
  • Location: Universitas Diponegoro
  • City: Semarang
 add to bookmark | report abuse

ABSTRACT: The utilization of agriculture wastes ( straw and bran) as priming agent to increase of respiration rate of pond bottom soil depend on chemical and physical properties of soil. The effect of chemical and physical properties of the soil on priming action happened through their effects on active biomass and activity of active biomass. According Smith et al (1993) level concentration and activity of microbial biomass are controled by some factors which interrelated. Absolut concentration of active biomass is controled by level of soil organic matter where are affected by climatic regime mainly pH dan water content. Therefore, the problems which arise from utilization of straw and bran as priming agent to increase respiration rate of pond soil are how soil physicochemical conditions are optimum for priming action. This research was done to find pH and soil water content which optimum for priming action. Futhermore this information become scientific justification to apply of straw and bran to pond soil traetment. The research is expected can be used as basic information about using of straw and bran in pond soil treatment, in addition this basic information can be improved to create an alternative packet of technology for pond soil treatment. The experiment was done using respiration chamber model. There are 2 physicochemicals factors are compared i.e. pH and soil water content. Rate of soil respiration was measured based on carbondioxide are released. Soil properties, such as total organic content, nitrogen and carbon content also analysed. The research showed that soil water content influenced rate of soil respiration at vary of pH soil (P<0,05). In research condition, soil water content 45 % showed the highest of rate of soil respiration. Soil pH in this experiment showed no effect on rate of soil respiration at vary of soil water content. Based on result of this research can be recomendated that the best apllication of straw and bran as priming agent (at 0.3 kg/m2 rate) for increased rate of soil respiration were on soil water content 45 % and pH soil 7. Efektifitas penggunaan limbah pertanian (jerami dan katul) sebagai priming agent untuk meningkatkan laju respirasi tanah tambak udang tergantung pada faktor fisikokimia tanah dasar tambak. Pengaruh faktor Ilsikokimia tanah dasar tambak terhadap ketja priming agent terjadi mlalui pengaruhnya pada bioamassa aktif dan aktivitas biomassa aktif tersebut. Menurut Smith et al (1993) konsentrasi dan aktivitas biomassa mikrobia tanah dikendalikan oleh beberapa faktor yang sating terkait. Konsentrasi absolut dikendalikan oleh level bahan organik tanair yang dipengaruhi oleh climatic regime terutama pH dan kadar air. Sehingga masalah yang muneul dari pemanfaatan limbah pertanian (jerami dan katul) sebagai priming agent untuk meningkatkan laju respirasi tanah tambak udang adalah bagaimana kondisi fisikokimia tanah dasar tambak yang optimum untuk memberikan respon peningkatan laju respirasi. °tell karena itu kajian optimasi faktor fisikokimia pada penggunaan limbalt pertanian (jerami dan katul) sebagai priming agent adalah penting untuk dilakukan guna mendapatkan kriteria kondisi fisikokimia tanah dasar tambak yang optimum unutuk keija priming agent itti. Penelitian ini bertujuan untuk (I) menentukan kondisi fisikokimia tanah dasar tambak (pig dan kadar air) yang optimum terhadap kerja jerami dun katul sebagai priming agent untuk meningkatkan laju respirasi tanah dasar tambak. (2) Mendapatkan justifikasi ilmiah lebih lanjut mengenai penggunaan jerami dan katul dalam pengolahan tanah tambak udang. Sehingga diharapkan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai (1) informasi dasar mengenai pengelolaan tanah dasar tambak melalui pemberiaan jerami dan katul. (2) Informasi dasar dari penelitian ini selanjutnya dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan penyusunanpaket teknologi pengolahan tanah dasar tambak. (3) Memberikan alternatif baru dalam pemanfaatan jerami dan katul yaitu sebagi priming agent potensial untuk meningkatkan laju respirasi tanah tambak. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental dengan rancangan penelitian faktorial. Ada 2 faktor yang dibandingkan yaitu jenis limbah pertanian (jerami dan katul), dan faktor fisikokimia tanah (kadar air dan pH). Model bejana respirasi digunakan sebagai model penelitian untuk mengukur respirasi tanah. Laju respirasi dihitung berdasarkan jumlah karbondioksida yang dilepas dari dalam tanah. Sedangkan parameter kualitas tanah yang diukur adalah kadar balm organik total, total karbon, total nitrogen, kadar air, pH. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar air berpengaruh pada laju respirasi tanah tambak udang pada berbagai nilai pH tanah balk pada perlakuan penggunaan jerami maupun katul sebagai priming agent (P<0,05). Pada kondisi penelitian ini kadar air 45 % ‘menunjukan tingkat laju respirasi yang paling tinggi. Sedangkan pig tanah tidak berpengaruh secara nyata (P<0,05) terhadap laju respirasi tanah pada perlakuan pemberian jerami dan katul sebagai priming agent pada berbagai kadar air tanah.. Berdasarkan basil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan .jerami dan katul pada rate 0,3 kg/m2 sebagai priming agent untuk meningkatkan laju respirasi tanah tambak udang yang paling baik untuk meningkatkan laju respirasi tanah tambak adalah pada kadar air tanah 45 % dan pH tanah 7,5.


DOCUMENT'S FILES :
231-ki-fpik-2004-a.pdf (246 KB)
231-ki-fpik-2004.pdf (1043 KB)

Source: http://eprints.undip.ac.id/id/eprint/22864